Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Tan Shu Shan Kembali Pimpin Daftar 100 Perempuan Berpengaruh Asia Fortune 2026

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Tan Shu Shan Kembali Pimpin Daftar 100 Perempuan Berpengaruh Asia Fortune 2026
BAGIKAN:

Tan Shu Shan, CEO DBS Group, mengukuhkan dominasinya di peta bisnis Asia dengan kembali menempati posisi pertama dalam daftar tahunan "100 Perempuan Paling Berpengaruh di Asia 2026" yang dirilis Fortune. Daftar bergengsi ini menilai kepemimpinan, kinerja, dan pengaruh ratusan perempuan yang dianggap menjadi penggerak masa depan ekonomi kawasan. Di belakang Tan, CEO Luxshare Precision Industry, Grace Wang, mengikut di posisi kedua, sementara pendiri dan Ketua Lens Technology, Zhou Qunfei, melesat 25 peringkat untuk merebut posisi ketiga.

Merosotnya peran sektor teknologi terlihat jelas dari lonjakan Zhou Qunfei, yang merepresentasikan bobot industri perangkat keras, elektronik, dan manufaktur canggih di daftar tahun ini. Total 16 perempuan dari sektor teknologi masuk ke dalam 100 besar, menunjukkan bahwa inovasi teknis kini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Asia. Di sisi lain, sektor perbankan tetap menjadi mesin utama, menyumbang 14 tokoh perempuan berpengaruh yang menggerakkan institusi keuangan raksasa di kawasan.

Stabilitas kepemimpinan korporasi menjadi ciri khas daftar edisi 2026, di mana 76 dari 100 penerima penghargaan merupakan wajah lama yang konsisten hadir tahun sebelumnya. Hanya 24 tokoh yang tercatat sebagai pendatang baru, sebuah data yang mengindikasikan minimnya pergantian dinasti di pucuk pimpinan perusahaan-perusahaan Asia. Dari perspektif geografis, China daratan mendominasi dengan 18 penerima penghargaan, disusul Hong Kong dengan 16 dan Singapura dengan 12, dari total 14 pasar Asia yang dicakup survei ini.

Indonesia turut menyumbangkan tiga nama wanita di daftar tersebut, membuktikan kehadiran pebisnis lokal di panggung pengaruh regional. Maya Watono, CEO Injourney, menempati peringkat ke-83, sementara Sandra Sunanto, CEO Hartadinata Abadi, berada di posisi ke-86. Di bawahnya, Bernadette Ruth Irawati Setiady, Direktur Utama PT Kalbe Farma, tercatat di peringkat ke-94. Keberadaan mereka menandakan bahwa meskipun belum masuk 10 besar, figur Indonesia memiliki rekam jejak kinerja yang diakui secara global.

Metodologi seleksi Fortune bersifat editorial namun berbasis data komprehensif, merujuk pada pengajuan publik, pengungkapan perusahaan, dan pelaporan independen. Variabel yang dinilai mencakup skala bisnis, momentum karier, inovasi, serta kontribusi terhadap dampak sosial. "Seperti tahun-tahun sebelumnya, evaluasi kami menekankan skala dan kesehatan perusahaan, momentum karier, pengaruh, inovasi, dan kontribusi terhadap dampak sosial; penempatan akhir mencerminkan pengaruh saat ini dan lintasan masa depan," tulis Fortune dalam keterangannya. Daftar final mencakup wilayah mulai dari Makau, Thailand, India, Jepang, Australia, Vietnam, Malaysia, Korea Selatan, Filipina, hingga Taiwan.

Analisis Redaksi

Penguasaan Tan Shu Shan atas peringkat pertama dua tahun beruntun mengisyaratkan konsistensi strategi DBS dalam navigasi volatilitas ekonomi global. Bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang kemampuan mempertahankan skala dan kesehatan perusahaan di tengah gejolak suku bunga dan geopolitik. Dominasi sektor teknologi dalam daftar kali ini, khususnya lewat lonjakan Zhou Qunfei, adalah sinyal bahwa investor dan media global kini memberi bobot lebih pada kapasitas manufaktur canggih Asia, bukan sekadar jasa keuangan.

Perhatikan pula minimnya 'pendatang baru' (hanya 24%) di daftar ini. Ini adalah peringatan bagi aspirasi pengusaha muda di Asia, termasuk Indonesia: tangga menuju 100 besar sangat sempit dan didominasi oleh institusi mapan. Bagi tiga eksekutif Indonesia, masuk ke 100 besar sudah prestasi, tetapi jarak dari peringkat 83-94 ke top 10 masih menunjukkan adanya gap signifikan dalam skala pengaruh global. Fokus ke depan harus pada ekspansi pasar dan penguatan inovasi produk, bukan hanya performa domestic, untuk bisa masuk ke kelompok 24 pendatang baru tahun depan.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ