Kelurahan Malaka Sari Tawarkan Bank Sampah ASRI sebagai Daya Tarik Menuju Benyamin S Award
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kelurahan Malaka Sari, Jakarta Timur, membidik penghargaan tingkat provinsi dengan mengundang juri Benyamin S Award dan pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meninjau fasilitas Bank Sampah ASRI, Selasa (6/10). Langkah ini menjadi penanda seriusnya keterlibatan kelurahan tersebut dalam kompetisi lingkungan bergengsi. Lurah Malaka Sari, Sudarna, menegaskan bahwa fasilitas di RW 02 ini adalah titik awal dari seluruh persiapan mereka menuju fase penilaian final. "Ada alurnya bahwa semua bermula dari bank sampah di RW 02 ini, Bank Sampah ASRI," ujar Sudarna di hadapan para tamu resmi.
Peninjauan tidak hanya sebatas melihat infrastruktur, tetapi juga mengurai nilai komersial dan ekologis dari sampah yang telah diolah. Sudarna menjelaskan bahwa produk sampingan dari proses daur ulang kini menjadi modal utama bagi kelurahan. "Nah, nanti dari produk-produknya kan ternyata kita gunakan tadi pupuknya untuk urban farming, untuk lain-lainnya. Jadi, nanti ada progress dan intinya di Malaka Sari ini ada salah satu tujuan destinasi," jelasnya. Pernyataan ini mengindikasikan pergeseran paradigma dari sekadar pengelolaan sampah menjadi penghasil nilai tambah ekonomi lokal yang terstruktur.
Para tamu disambut dengan deretan produk unggulan yang mengubah limbah menjadi barang bernilai tinggi. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Eco Enzyme, cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik yang dikemas dalam botol dan jerigen. Selain itu, tersedia pula ecobrick, pupuk organik, dan sabun dari minyak jelantah. Bentuk sabun yang dinamis, mulai dari motif bunga hingga desain klasik, menjadi atraksi visual tersendiri. Kunjungan dilanjutkan dengan tur fasilitas yang terintegrasi, menciptakan suasana yang asri dan sejuk di tengah keramaian kota.
Fasilitas Bank Sampah ASRI ini tidak berdiri sendiri, melainkan menyatu dengan ekosistem lingkungan yang lebih luas. Area tersebut terintegrasi dengan lahan urban farming, kolam gizi, saung RW atau ruang konsultasi, aviari, dan lapangan terbuka. Dari sisi teknis, pengelolaan sampah memanfaatkan sistem kompos komunal, biopori jumbo, loseda, dan komunal bertingkat. Dukungan teknologi juga terasa melalui kehadiran mesin pencacah, mesin bubur, akses internet, hingga panel surya untuk efisiensi energi. Kompleksitas sistem ini menjadi alasan kuat mengapa Malaka Sari lolos dari 52 kelurahan di tahap awal seleksi menuju 10 finalis Benyamin S Award.
Benyamin S Award (BSA) merupakan bentuk penghargaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bagi kelurahan yang berkomitmen mewujudkan kota yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. Fokus pada inovasi pengolahan sampah seperti yang ditunjukkan Malaka Sari menjadi sorotan utama dalam skema penilaian. Puncak pengumuman pemenang akan diselenggarakan pada 30 Oktober 2026. Bagi publik, keberhasilan model ini memberikan jaminan bahwa tata kelola sampah di tingkat kelurahan dapat berjalan efektif jika didukung sinergi antara teknologi, edukasi, dan pengelolaan lahan yang terpadu.
Analisis Redaksi
Keberhasilan Malaka Sari mengubah Bank Sampah ASRI menjadi destinasi wisata edukasi menunjukkan pergeseran strategis dalam penanganan sampah Jakarta. Alih-alih sekadar tempat pembuangan sementara, fasilitas ini kini berfungsi sebagai mesin ekonomi sirkular yang melibatkan warga secara langsung. Integrasi dengan urban farming dan energi surya membuktikan bahwa pengelolaan sampah padat dan cair bisa berjalan simultan dengan pelestarian lingkungan. Model ini layak direplikasi di kelurahan lain yang memiliki keterbatasan lahan namun potensi sampah tinggi.
Perlu diwaspadai aspek keberlanjutan setelah momen kompetisi berlalu. Penghargaan Benyamin S Award bukan garis finis, melainkan standar awal. Jika insentif finansial atau perhatian juri mereda, bagaimana konsistensi produksi Eco Enzyme dan sabun jelantah tetap terjaga? Kelurahan harus memastikan bahwa 'destinasi' ini bukan hanya jualan momen, tetapi sistem rutin yang menghidupi ekonomi warga. Keberhasilan final akan ditentukan oleh seberapa dalam keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok produk olahan tersebut, bukan hanya oleh infrastruktur fisik yang telah dibangun.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Pramono Anung Pastikan DKI Ikuti Keputusan Pusat Soal Konser Andrea Bocelli 2026

Menekraf Percepat Aktivasi 80 Desa Kreatif dengan Fokus pada Talenta Akar Rumput

KemenPPPA Gelar Festival Anak Bermain di GBK untuk Kurangi Screen Time Anak
