Kelapa Gading Timur Pamerkan Potensi Wilayah Jelang Final Benyamin S Award 2026

Pemilihan umum untuk mencari kelurahan terbaik di Jakarta semakin memanas. Kelurahan Kelapa Gading Timur menggelar Kelapa Gading Street Fest di Taman Joging 1, Jl. Boulevard Raya, pada Selasa (6/10), sebagai pemanasan menuju babak penilaian 10 finalis Benyamin S Award 2026. Acara yang berlangsung sejak pagi itu membuktikan bahwa kesiapan administratif dan sosial sebuah kelurahan bisa diuji langsung di depan mata publik dan juri.
Aktivitas warga begitu padat dan terstruktur. Selain Eco Fun Run untuk olahraga, tersedia layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat. Kemeriahan tambah naik dengan adanya Eco Culture Parade, pameran, dan deretan booth kuliner serta UMKM. Kehadiran massa di sisi jalan untuk menyaksikan pawai peserta didik SMKN 33 Jakarta dan warga setempat menunjukkan antusiasme yang tidak surut, meski acara digelar di hari kerja.
Presensi tokoh penting mewarnai festival ini. Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, hadir langsung di lokasi. Ia didampingi jajaran juri Benyamin S Award, termasuk Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga. Tradisi Betawi 'Palang Pintu' oleh anak-anak Sanggar Satya Bhinneka menjadi pembuka yang khidmat, lengkap dengan balasan pantun dan tampilkan pencak silat.
Di sisi lain jalan, aktivitas ekonomi mikro berdenyut kuat. Deretan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memamerkan produk variatif mulai dari batik, aksesoris, hingga makanan khas seperti pecak ikan nila dan es selendang mayang. Para dewan juri dan pejabat daerah diajak berkeliling meninjau langsung setiap stan. Penampilan seni seperti tarian tradisional dan angklung juga mengisi suasana, menggarisbawahi kekayaan budaya lokal yang menjadi salah satu aset kelurahan.
Lurah Kelapa Gading Timur, Nani, menegaskan bahwa keberhasilan acara ini bukan kerja satu pihak. "Persiapan ini kami kolaborasi, tidak sendiri, tetapi semua elemen dari masyarakat, RT, RW, PKK, semuanya, tiga pilar terutama juga dari unsur camat kemudian wali kota juga mendukung terselenggaranya acara ini," ujar Nani. Ia menyatakan kesiapan penuh untuk tampil di panggung final. "Targetnya satu di tangan," katanya singkat, merujuk pada ambisi meraih juara dalam ajang penghargaan yang digelar oleh Biro Kerja Sama Daerah, Sekretariat Daerah DKI Jakarta ini.
Analisis Redaksi
Festival ini bukan sekadar tontonan, melainkan uji kompetitif. Dengan menampilkan potensi wilayah secara holistik—dari kesehatan, lingkungan, hingga ekonomi kreatif—Kelapa Gading Timur sedang membangun narasi kuat bahwa mereka layak menjadi representasi Jakarta yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. Aspek kolaborasi antar-pihak yang ditekankan Lurah Nani menjadi nilai tambah utama di hadapan juri.
Perhatian publik dan juri terhadap detail UMKM dan seni lokal menunjukkan standar penilaian Benyamin S Award kini lebih mengutamakan 'jiwa' wilayah daripada sekadar infrastruktur fisik. Langkah selanjutnya adalah memastikan konsistensi prestasi ini bertahan hingga hari puncak penilaian pada 30 Oktober. Bagi para pesaing, festival seperti ini mengingatkan bahwa kemenangan ditentukan oleh kedalaman partisipasi warga, bukan hanya kemegahan fisik kawasan.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Gencarkan 'Program Senin Kabel', Pemprov DKI Targetkan Turunkan Semua Kabel Udara ke Bawah Tanah dalam 5 Tahun

Kebakaran Jakbar Naik 9,51 Persen, FKDM Digemblar Jadi Garda Depan Penanganan Krisis

Ibu Lansia Dituduh Senggol Mobil Sebelum Tewaskan Pemotor di Kembangan, Polisi Ungkap Kronologi
