Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Polda Metro: Evakuasi Mayat Pria di Kali Sasak Tinggi Tangsel, Dugaan Kasus Kecelakaan Air

Berita NasionalAhmad HidayatAhmad HidayatSumber: Antara News
Ahmad Hidayat
Ahmad Hidayat
Analis Politik

Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Polda Metro: Evakuasi Mayat Pria di Kali Sasak Tinggi Tangsel, Dugaan Kasus Kecelakaan Air
BAGIKAN:

Kepolisian Sektor Ciputat berhasil mengevakuasi jenazah seorang pria berinisial M yang ditemukan mengapung di aliran Kali Sasak Tinggi, Tangerang Selatan. Proses evakuasi yang dilakukan oleh tim Unit Reskrim Polsek Ciputat ini menyita waktu sekitar satu jam sebelum akhirnya jasad tersebut berhasil dievakuasi ke tepian sungai. Temuan ini langsung memicu penyelidikan awal oleh pihak berwajib untuk memastikan apakah ada unsur pidana dalam kejadian tersebut.

Kondisi jasad saat ditemukan tampak sudah tidak utuh, dengan bagian tubuh yang tertutup lumut dan sedimen dasar sungai. Petugas harus menggunakan tali pengaman dan perahu karet untuk menjangkau lokasi temuan yang berada di area curam Kali Sasak Tinggi. Menurut keterangan saksi mata sekitar lokasi, jasad tersebut sudah diperkirakan mengapung sejak dua hari terakhir sebelum akhirnya ditemukan oleh petugas piket Polsek Ciputat.

Identitas korban sementara terdata sebagai warga sekitar yang memang memiliki aktivitas rutin di bantaran sungai tersebut. Belum ada laporan kehilangan yang masuk ke pihak keluarga atau polisi sebelum penemuan ini terjadi. Pihak medis Forensik yang tiba di lokasi melakukan pemeriksaan fisik awal untuk melihat tanda-tanda kekerasan, meskipun kondisi jenazah yang telah terbawa arus cukup lama menyulitkan proses autopsi visual di tempat.

Latar belakang adanya kalang-kabut di sekitar Kali Sasak Tinggi belakangan ini disebabkan oleh curah hujan intensitas tinggi yang melanda wilayah Tangerang Selatan. Naiknya debit air menyebabkan beberapa barang pindahan dan sisa material bangunan hanyut ke dalam aliran sungai. Warga setempat mengakui bahwa aliran sungai sering kali membawa benda-benda asing dari hulu, sehingga penemuan jenazah di area ini tidak sepenuhnya mengherankan, namun tetap membutuhkan investigasi ketat.

Dampak bagi publik sekitar lokasi kali ini terlihat langsung dengan berkumpulnya warga di tanggul sungai yang berjarak sekitar 50 meter dari titik evakuasi. Aktivitas di bantaran sungai yang biasanya hidup dengan kegiatan cucian dan bermain anak, berubah menjadi hening dan diawasi ketat oleh aparat. Proses penyisiran area hulu dan hilir kali Sasak Tinggi masih dilakukan untuk memastikan tidak ada bagian tubuh lain atau bukti forensik yang terpisah dan hanyut lebih jauh.

Analisis Redaksi

Penemuan jasad di aliran sungai urban seperti Kali Sasak Tinggi seringkali menjadi indikator serius dari kondisi lingkungan dan pengawasan sosial di bantaran sungai. Secara logis, jika tidak ada laporan hilangnya orang dan jasad ditemukan dalam kondisi membungkuk tanpa perlawanan fisik, kemungkinan besar insiden ini merupakan kecelakaan yang terjadi saat korban berada di tepian sungai atau terbawa arus. Namun, tanpa hasil autopsi definitif, polisi harus tetap membuka kemungkinan adanya tindakan pidana yang sengaja dibuang ke sungai untuk memusnahkan bukti.

Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di area tepian Kali Sasak Tinggi dan sungai-sungai lain di sekitar Jakarta Selatan dan Tangerang. Debit air yang tinggi dan kondisi dasar kali yang licin serta gelap memang menjadi faktor risiko tinggi bagi warga yang beraktivitas di malam hari atau saat cuaca buruk. Aparat keamanan perlu memperketat patroli di titik-titik rawan untuk mencegah hal serupa terjadi, sekaligus memastikan bahwa tidak ada eksploitasi tanah bantaran yang mengancam keselamatan warga setempat.

Meow! Tanya Nesi!
😸