Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Menko Polkam Dudung Terima Arahan Prabowo: Ekspor Benur Ilegal dan Stabilitas Politik Pasca MK

PolitikSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Menko Polkam Dudung Terima Arahan Prabowo: Ekspor Benur Ilegal dan Stabilitas Politik Pasca MK
BAGIKAN:

Dudung Abdurachman, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan yang baru, menegaskan bahwa penuntasan kasus ekspor ilegal benih bening lobster atau benur dan penanganan kebakaran hutan menjadi prioritas utama di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.

Penegasan itu disampaikan Dudung usai serah terima jabatan dari Djamari Chaniago di Kemenko Polkam, Senin (5/10). Ia menyebut persoalan Karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah serta masalah ekspor ilegal benur menjadi catatan serius yang memerlukan perhatian khusus. "Ada hal-hal yang menonjol, terutama masalah karhutla, kebakaran hutan, termasuk tentang penanganan eksportir benur, ini banyak yang dilakukan secara ilegal," ujarnya. Dudung menambahkan, "Kita sebagai pembina dengan kementerian-kementerian yang terkait, ini menjadi konsentrasi, yang nanti ke depan akan kita tempuh kegiatan-kegiatan ini dengan secara maksimal."

Arahan dari Presiden juga mencakup permintaan agar tidak ada lagi penyimpangan atau kegiatan ilegal di Tanah Air. "Sesuai dengan perintah Bapak Presiden agar dituntaskan, tidak ada lagi kegiatan-kegiatan ilegal, kegiatan-kegiatan yang menyimpang dari aturan-aturan sehingga Asta Cita ke depan ini akan semakin cepat terwujud, ini yang ke depan akan menjadi target kita," tutur Dudung. Investigasi terhadap jaring mafia benur di bawah permukaan laut diperkirakan akan diperkuat di bawah payung koordinasi Kemenko Polkam.

Sementara itu, Dudung menyoroti tren situasi politik yang terpengaruh oleh gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). Ia menyebut arahan khusus dari Presiden bertujuan untuk memastikan situasi politik dan keamanan tetap kondusif. "Saya sudah mendapat arahan dari bapak presiden, tentunya agar situasi ke depan semakin kondusif, situasi politik, situasi keamanan," ujarnya kepada wartawan. Meski tidak merincikan perkara spesifik, ia mengakui bahwa situasi politik saat ini sedang dipengaruhi oleh gugatan perkara yang tengah berjalan di MK.

Dudung memastikan pemerintah akan menghormati dan menjunjung tinggi putusan Majelis Hakim Konstitusi. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuat persepsi sebelum hakim mengambil keputusan agar persatuan dan kesatuan terjaga. "Tentang situasi politik, kita lihat di media saat ini sedang tren, kita (akan) sikapi bagaimana keputusan dari Majelis Konstitusi, ya Mahkamah Konstitusi, nanti kita lihat," jelasnya. "Kita tetap jaga keutuhan, persatuan dan kesatuan sehingga situasi politik tidak kemudian semakin runyam. Kita yakini bahwa siapapun yang melaksanakan tugas, baik di MK atau dimanapun, supremasi hukum ditegakkan," tuturnya.

Analisis Redaksi

Pengangkatan Dudung Abdurachman sebagai Menko Polkam dengan penekanan pada pemberantasan ekspor ilegal benur mengindikasikan bahwa aspek keamanan ekonomi dan kelestarian sumber daya maritim kini menjadi sorotan strategis nasional. Selama ini, kasus-kasus penyelundupan benur sering kali tersembunyi di balik celah birokrasi perizinan, sehingga intervensi langsung dari kementerian koordinator berwenang atas urusan politik, keamanan, dan hukum diharapkan dapat memutus rantai kejahatan transnasional tersebut secara lebih tegas.

Sikap Dudung yang memilih menunggu putusan resmi Mahkamah Konstitusi terkait gugatan yang beredar menunjukkan kehati-hatian politis pemerintah. Di tengah meningkatnya polarisasi masyarakat akibat isu sengketa di MK, menjaga "kondusivitas" seperti yang diamanatkan Presiden Prabowo menjadi kunci untuk mencegah eskalasi ketegangan di lapangan. Pemantauan terhadap persepsi publik menjadi tugas krusial agar ruang demokrasi tetap berjalan tanpa memicu gangguan keamanan. Langkah logis selanjutnya adalah penguatan koordinasi antara aparat keamanan dan lembaga peradilan untuk memastikan supremasi hukum berjalan di atas segala kepentingan politik.

BERITA TERKAIT (Politik)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ