Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Menski Budi Gunadi: Kerupuk dan Makan Malam Lebih Berbahaya dari Nasi bagi Perut Buncit

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Menski Budi Gunadi: Kerupuk dan Makan Malam Lebih Berbahaya dari Nasi bagi Perut Buncit
BAGIKAN:

Kebiasaan makan kerupuk dalam jumlah besar dan menyantap makanan hingga larut malam terbukti lebih berkontribusi terhadap perut buncit dibandingkan konsumsi nasi putih. Fakta ini diperkuat oleh data dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang mengungkap bahwa 10 buah kerupuk setara dengan 650 kalori, jumlah yang hampir menyamai porsi nasi lengkap beserta lauk-pauknya. Bedanya, kerupuk memberikan sensasi kenyang palsu dan minim nutrisi.

Budi Gunadi Sadikin membandingkan langsung asupan tersebut dengan sepiring nasi yang berisi nasi putih, ayam bakar, tahu, dan tempe. "10 kerupuk itu hampir setara dengan proporsi 1 piring nasi lengkap lauk pauknya yang pasti lebih bervariasi secara rasa, tekstur dan membuat rasa kenyang serta bernutrisi," jelas Budi. Perhitungan ini didasarkan pada fakta bahwa satu buah kerupuk mengandung sekitar 65 kalori. Jika satu renteng habis dalam sehari, tubuh sudah menerima 650 kalori ekstra tanpa kekenyangan yang signifikan.

Faktor kedua yang merusak metabolisme adalah waktu konsumsi makanan. Ahli gizi Tammy Lakatos Shames dan Lyssie Lakatos, yang dikenal sebagai The Nutrition Twins, menegaskan idealnya makanan terakhir harus masuk tiga jam atau lebih sebelum tidur. Saat tidur, sistem pencernaan berhenti sementara tubuh berfokus memperbaiki dan menyembuhkan diri. Jika ada makanan yang belum dicerna, tubuh terbagi fokus dan tidak bisa melakukan penyembuhan secara maksimal.

Dampak langsung dari kebiasaan makan larut adalah penumpukan kalori yang tidak terpakai menjadi lemak perut. Penelitian menunjukkan bahwa makan terlalu larut mengacaukan ritme sirkadian, yang berdampak negatif pada pengaturan gula darah dan metabolisme lemak. Tubuh yang seharusnya menyimpan energi untuk pemulihan justru sibuk mencerna makanan, sehingga proses detoksifikasi dan pemulihan sel menjadi terhambat.

Sementara itu, sumber lemak perut yang sering tersembunyi ada pada minuman kemasan manis. Dalam satu botol minuman kemasan dapat terkandung hingga 25 gram gula. Dikutip dari Healthline, makanan dan minuman dengan kalori tinggi namun minim nilai gizi menjadi penyumbang utama penambahan berat badan, khususnya penumpukan lemak di area perut. Kombinasi antara tinggi kalori, gula berlebih, dan waktu makan yang salah menciptakan bom metabolisme bagi masyarakat Indonesia.

Analisis Redaksi

Asumsi bahwa nasi adalah penyebab utama obesitas abdominal di Indonesia ternyata miring jika dilihat dari data kalori dan pola asosiasi makanan. Nasi menjadi target karena sudah terlanjur menjadi stigma di media, padahal pemicu nyata seringkali datang dari "penganan ringan" yang dianggap aman dan makanan larut malam. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa pergeseran fokus dari macronutrient utama ke mikro-habit kebiasaan makan (seperti ngemil kerupuk dan minum manis) lebih krusial dalam strategi pengendalian berat badan nasional.

Yang perlu diwaspadai adalah ilusi kekenyangan dari makanan olahan tinggi kalori seperti kerupuk. Masyarakat cenderung merasa sudah makan karena jumlah fisik kerupuk yang banyak, padahal nutrisi yang masuk jauh lebih sedikit dibandingkan porsi nasi dan lauk yang benar-benar mengenyangkan dan bernutrisi. Ini menciptakan siklus makan berlebih yang tidak sadar.

Langkah logis selanjutnya adalah edukasi publik yang tidak menyerang bahan pangan tradisional, melainkan memperbaiki waktu dan jenis asosiasi makanan. Menunda makan malam tiga jam sebelum tidur bukan sekadar saran, melainkan intervensi medis preventif yang menjaga ritme sirkadian agar metabolisme lemak tidak kacau. Kemenkes perlu mengedepankan pesan ini, bukan sekadar melarang nasi.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸