Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Wakil Ketua DPRD DIY Konfirmasi Kematian Ketua Fraksi Gerindra Lisman Puja di Jakarta

PolitikSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Wakil Ketua DPRD DIY Konfirmasi Kematian Ketua Fraksi Gerindra Lisman Puja di Jakarta
BAGIKAN:

Politikus muda Gerindra asal Medan, Muhammad Lisman Puja Kesuma, yang menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meninggal dunia pada Sabtu (3/10) akibat dugaan serangan jantung. Konfirmasi kematian ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, yang mengaku baru menerima kabar duka tersebut pada sore hari setelah sebelumnya pihak partai menerima laporan medis dari salah satu rumah sakit di Jakarta.

Budi Waljiman mengungkapkan bahwa informasi mengenai kondisi kritis rekan satu partainya itu diterima sekitar pukul 16.00 WIB. "Nggih, leres, leres, leres (betul), tadi baru diproses ini. Saya juga kaget baru menerima informasinya sore ini," ujar Budi saat dikonfirmasi melalui Antara, Sabtu (3/10). Ia menegaskan bahwa Lisman memang sedang berada di Jakarta untuk menjalani pengobatan terkait penyakit sinus yang dideritanya.

Proses pemakaman jenazah saat ini masih dalam tahap diskusi internal oleh pihak Gerindra DIY. Belum ada kepastian apakah jenazah akan diterbangkan kembali ke daerah asal di Sumatera atau langsung dimakamkan di Jakarta. "Ini baru dirapatkan dan baru cari informasi nanti (jenazah) mau langsung diterbangkan untuk dimakamkan di daerah asalnya di Sumatra atau di Jakarta, ini masih simpang siur," kata Budi. Ketidakpastian ini menimbulkan dilema logistik bagi keluarga dan rekan seperjuangan yang berencana menyusul ke Jakarta.

Meninggalnya Lisman menjadi sorotan karena usianya yang masih sangat muda, baru 33 tahun. Lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 24 Januari 1992, Lisman dikenal sebagai kader yang aktif di kancah legislatif daerah. Budi Waljiman memuji sosok almarhum sebagai pribadi yang sangat peduli sesama dan konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai partainya. "Almarhum ini sangat-sangat konsisten dan komit dengan arah perjuangan partai," tutur Budi.

Kematian mendadak ini memutus karier politik Lisman yang tengah berjalan di tingkat daerah. Sebagai Ketua Fraksi, ia memegang peran kunci dalam menyuarakan aspirasi anggota dewan dari fraksinya. Kehilangan figur muda ini tentu memunculkan pertanyaan besar mengenai transisi kepemimpinan di internal fraksi serta dampak psikologis bagi anggota DPRD DIY lainnya yang kehilangan rekan diskusi utama mereka di parlemen daerah.

Analisis Redaksi

Kematian mendadak seorang pimpinan fraksi muda di lembaga legislatif daerah bukan sekadar peristiwa personal, melainkan sinyal yang perlu dicermati. Dalam konteks politik lokal, figur seperti Lisman yang relatif muda (lahir 1992) biasanya dipandang sebagai regenerasi yang membawa dinamika baru bagi parlemen. kehilangannya secara tiba-tiba berpotensi menciptakan kekosongan kepemimpinan fraksi yang harus segera diisi, di mana kontestasi internal partai di level daerah kemungkinan akan memanas untuk menentukan pengganti yang tepat.

Di sisi lain, fakta bahwa almarhum meninggal di tengah pengobatan sinus di Jakarta menyoroti aspek kesejahteraan dan kesehatan para wakil rakyat. Seringkali, jadwal rapat dan sidang yang padat membuat para wakil rakyat mengabaikan sinyal bahaya tubuh mereka sendiri. Insiden ini mengingatkan kita bahwa durasi kerja legislasi yang intensif menuntut pengawasan kesehatan yang ketat, tidak hanya bagi mereka yang sakit kronis, tetapi juga bagi mereka yang terlihat sehat. Langkah selanjutnya secara logis adalah bagaimana partai dan DPR memastikan tidak ada lagi 'burnout' yang berujung pada risiko fatal bagi kadernya, serta memastikan proses transisi kepemimpinan fraksi berjalan mulus tanpa mengganggu agenda legislatif daerah.

BERITA TERKAIT (Politik)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ