Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Danantara Targetkan Investasi Etanol E20 Rampung Dalam 3 Tahun

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Danantara Targetkan Investasi Etanol E20 Rampung Dalam 3 Tahun
BAGIKAN:

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia resmi masuk ke ekosistem pengembangan etanol dengan target rampung dalam tiga tahun. Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat ketahanan energi nasional setelah sukses menghentikan impor solar melalui mandatori B50. Kini, pemerintah membidik swasembada bensin melalui transisi bahan bakar menuju campuran etanol bertahap dari E20. Rencana ini mencakup penyediaan bahan baku hingga pembangunan pabrik pengolahan secara menyeluruh.

"Salah satunya tadi dalam rangka kita melakukan ketahanan energi, swasembada energi, khususnya untuk kan kita solar sudah selesai ya, dengan B50, sehingga kita sudah tidak lagi impor solar. Ke depan kita harapkan juga sama dengan bensin," ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, usai acara Executive Breakfast Meeting Dua Tahun Danantara di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (2/10). Pernyataan ini menegaskan bahwa fokus kini bergeser penuh ke sektor bensin.

Dony menjelaskan bahwa beberapa negara sudah mengadopsi campuran etanol tinggi hingga E50. Namun, Indonesia memilih jalur yang lebih prudent. "Nah, bensin ini kan beberapa negara sudah bahkan sudah ada E50. Nah, kita juga dalam rangka untuk menjadikan negara kita berswasembada secara energi, kita juga mulai untuk memikirkan mulai dari E20 dulu nantinya," paparnya. Pendekatan bertahap ini dinilai lebih realistis untuk membangun infrastruktur dan pasokan dalam negeri secara mandiri.

Produksi etanol dalam skala besar bergantung pada ketersediaan bahan baku utama. Bahan baku utama etanol bersumber dari molase atau tetes tebu. Oleh karena itu, pemerintah ke depan akan menggenjot proses penanaman tebu secara masif guna memastikan ketersediaan pasokan untuk transisi energi hijau tersebut. "Bahan baku etanol ini kan dari terutama sekali dari molase dari tebu. Nah, karena itu pemerintah ke depannya akan menggencarkan untuk proses penanaman tebu, ya, yang kita harapkan nanti akan menjadi bagian daripada transisi energi kita," jelas Dony.

Keterlibatan Danantara tidak berhenti di hulu saja. Dony menegaskan bahwa investasi ini bersifat end-to-end. "Iya, termasuk membangun, menanam, kemudian membangun pabrik etanol juga. Kita harapkan nanti pemerintah kan berharap dalam tiga tahun ke depan sudah selesai seluruh investasi yang kita lakukan," pungkas Dony. Artinya, dalam tiga tahun, dari lahan tebu hingga pabrik etanol harus sudah berfungsi optimal untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM.

Sebagai bagian dari upaya diversifikasi energi, pemerintah juga terus memantau perkembangan [hijau]teknologi konversi biomass. Selain tebu, potensi biomassa lain juga dapat dikaji nanti untuk mengurangi tekanan terhadap lahan pertanian pangan. Integrasi ini akan menjadi kunci stabilitas harga BBM di pasar domestik.

Analisis Redaksi

Target tiga tahun untuk merampungkan investasi dari hulu ke hilir adalah ambisi besar. Tantangan terbesarnya bukan hanya teknis pembangunan pabrik, tetapi alur pasokan molase dari petani tebu. Tanpa kontrak dan infrastruktur pengangkutan yang matang, kapasitas pabrik akan menganggur. Keberhasilan B50 sebelumnya membuktikan bahwa kerja sama antara BUMN energi dan petani bisa jalan, asalkan tata kelolanya ketat. Di sektor etanol, koordinasi antar-kementerian harus lebih sinkron agar tidak terjadi tumpang tindih regulasi.

Secara ekonomi, peralihan ke E20 akan mengubah struktur distribusi bahan bakar di Indonesia. Jika berhasil, Indonesia bisa menekan tagihan impor bensin dan meningkatkan nilai tambah komoditas tebu domestik. Namun, pengawasan mutu etanol perlu ditingkatkan agar tidak mengganggu performa kendaraan. Danantara, dengan kekuatan modalnya, diharapkan mampu menjadi anchor investor yang menarik minat swasta masuk ke sektor ini, menciptakan lapangan kerja baru di industri pengolahan biomassa.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸