Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Dudung Abdurachman Resmi Jabat Menko Polkam, Ungkap Komunikasi dengan Sufmi Dasco Sebelum Reshuffle

PolitikSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Dudung Abdurachman Resmi Jabat Menko Polkam, Ungkap Komunikasi dengan Sufmi Dasco Sebelum Reshuffle
BAGIKAN:

Dudung Abdurachman resmi mengemban tugas sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) melalui reshuffle kabinet pada Kamis (1/10), menggantikan posisi Djamari Chaniago yang sebelumnya menduduki kursi tersebut. Pengangkatan ini diwarnai pengakuan langsung dari Dudung bahwa ia telah menjalin komunikasi intensif dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sebelum amanah baru itu resmi disematkan ke pundaknya.

Komunikasi politik itu ternyata sudah terjalin sehari sebelumnya. Dudung mengaku dihubungi sejak kemarin ihwal posisi barunya sebagai Menko Polkam. "Menghadap Pak Dasco," kata Dudung singkat saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/10). Pernyataan ini menegaskan bahwa perpindahan posisinya bukan keputusan mendadak tanpa kalkulasi politik yang matang di belakang layar.

Tugas menanti yang kini harus dihadapi mantan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) itu sama sekali bukan perkara ringan. Dudung sendiri menyadari betul beban tanggung jawab yang menyertai jabatan strategis tersebut di tengah situasi hari ini. Ia menyatakan secara terbuka bahwa mengemban amanah sebagai Menko Polkam bukanlah tugas yang ringan.

Fokus utama kerja Dudung akan bertumpu pada dua hal krusial. Pertama, ia menyebut akan terus meningkatkan koordinasi kementerian-kementerian yang berada di bawah koordinasi Menko Polkam. Kedua, urusan stabilitas nasional menjadi prioritas mutlak. "Tentunya masalah keutuhan, persatuan dan kesatuan negara ini yang harus kita tingkatkan kembali, kita songsong pembangunan Asta cita yang menjadi cita-cita bapak Presiden Prabowo Subianto," ujarnya. Dudung juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Prabowo atas kepercayaan baru yang diberikan kepadanya.

Rombakan ini sekaligus memicu efek domino di lingkaran istana. Posisi Kepala KSP yang ditinggalkan Dudung tidak dibiarkan kosong. Eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo ditunjuk untuk mengisi kursi tersebut. Pertukaran figur antara lembaga eksekutif dan staf kepresidenan ini menunjukkan pergeseran peta kekuatan yang signifikan dalam struktur pemerintahan saat ini.

Analisis Redaksi

Pengakuan Dudung soal pertemuannya dengan Sufmi Dasco Ahmad memberikan gambaran jelas tentang mekanisme politik di balik reshuffle kali ini. Keterlibatan Wakil Ketua DPR dari partai koalisi dalam proses transisi seorang menteri koordinator menandakan bahwa konsolidasi politik lintas lembaga masih menjadi instrumen utama pemerintah. Langkah menghadap Dasco bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya mengamankan dukungan parlemen bagi kebijakan-kebijakan keamanan dan politik yang akan dieksekusi Dudung ke depan.

Penunjukan eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala KSP patut dicermati dengan saksama. Memasukkan figur dengan latar belakang kepolisian ke jantung operasional kepresidenan mengindikasikan kebutuhan istana akan pendekatan keamanan yang lebih terstruktur dalam mengelola isu-isu domestik. Rotasi ini menciptakan konfigurasi baru di mana mantan jenderal polisi kini bekerja langsung di bawah kendali presiden, sementara mantan kepala staf presiden beralih mengoordinasikan aparat keamanan dan intelijen.

Tantangan terbesar Dudung adalah menerjemahkan narasi persatuan dan program Asta cita ke dalam kebijakan konkret di lapangan. Koordinasi antar-kementerian di bawah payung Menko Polkam kerap tersendat oleh ego sektoral dan tumpang tindih kewenangan. Jika Dudung gagal membangun sinergi yang solid sejak awal masa jabatannya, target stabilitas politik yang diharapkan Presiden Prabowo Subianto hanya akan berhenti sebagai retorika belaka.

BERITA TERKAIT (Politik)

Meow! Tanya Nesi!
😸