Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

BLK Disperinaker Temanggung Gelar Pelatihan Hidroponik untuk Dorong Usaha Pertanian Lahan Sempit

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

BLK Disperinaker Temanggung Gelar Pelatihan Hidroponik untuk Dorong Usaha Pertanian Lahan Sempit
BAGIKAN:

Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar pelatihan hidroponik yang secara khusus dirancang untuk mendorong tumbuhnya usaha pertanian di lahan sempit. Program ini menyasar warga yang ingin membangun kemandirian ekonomi tanpa bergantung pada luasnya kepemilikan tanah garapan.

Pelatihan tersebut memberikan keterampilan teknis langsung kepada para peserta mengenai tata cara budidaya tanaman menggunakan sistem air bernutrisi. Metode ini memungkinkan siapa saja menanam sayuran segar di pekarangan rumah maupun ruang terbatas lainnya. Instruktur dari BLK mendampingi peserta mulai dari tahap persiapan instalasi hingga proses panen perdana.

Inisiatif dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja ini lahir sebagai respons atas kondisi geografis serta demografis masyarakat setempat. Tidak semua warga Temanggung memiliki akses terhadap lahan pertanian konvensional yang memadai. Kepadatan pemukiman kerap menjadi hambatan utama bagi mereka yang berminat terjun ke sektor agribisnis skala kecil.

Sistem hidroponik menawarkan jalan keluar yang terukur. Peserta diajarkan cara meracik larutan nutrisi, mengatur sirkulasi air, serta memilih jenis bibit yang paling cepat menghasilkan nilai jual. Keterampilan semacam ini mengubah paradigma bertani yang selama ini identik dengan traktor dan sawah luas menjadi kegiatan produktif di sudut-sudut rumah.

Bagi masyarakat umum, program ini membuka peluang tambahan pemasukan keluarga. Sayuran hasil panen bisa dikonsumsi sendiri untuk menekan pengeluaran dapur sehari-hari. Kelebihannya dapat dijual ke tetangga atau pasar lokal terdekat. Dampak ekonominya terasa nyata terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan sumber pendapatan alternatif.

Analisis Redaksi

Langkah BLK Temanggung menggarap pelatihan hidroponik menunjukkan pergeseran fokus lembaga pelatihan kerja pemerintah daerah. Selama puluhan tahun, balai latihan kerap terjebak pada kurikulum usang yang tidak lagi relevan dengan kebutuhan riil masyarakat akar rumput. Membidik pertanian lahan sempit berarti instansi ini mulai membaca persoalan ketahanan pangan dan pengangguran dari kacamata yang lebih membumi.

Namun, keberhasilan program ini tidak boleh hanya diukur dari jumlah sertifikat yang dibagikan di akhir sesi. Tantangan sesungguhnya terletak pada konsistensi pendampingan pascapelatihan. Banyak program serupa di berbagai daerah berhenti sekadar sebagai seremonial penyerahan alat tanpa memastikan peserta benar-benar mampu menjalankan unit usaha mandiri dalam jangka panjang.

Pemerintah kabupaten perlu menyiapkan skema akses permodalan mikro bagi lulusan pelatihan ini agar instalasi hidroponik mereka bisa berkembang dari skala rumahan menjadi unit bisnis komersial. Tanpa rantai pasok dan dukungan pemasaran yang jelas, keterampilan baru ini berisiko menguap begitu saja menjadi catatan arsip dinas semata.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸