Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Bahlil Lahadalia: Baru Dilantik Menko Hilirisasi, Fokus Kerja Harian Bukan Target Kuartalan

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Bahlil Lahadalia: Baru Dilantik Menko Hilirisasi, Fokus Kerja Harian Bukan Target Kuartalan
BAGIKAN:

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kinerja kementeriannya tidak akan diukur berdasarkan target tiga bulanan, melainkan melalui ritme kerja harian yang konsisten usai resmi dilantik pada Kamis (1/10). Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Bahlil saat menghadapi pertanyaan awak media mengenai program prioritas dan rencana strategis kementerian koordinator yang baru dibentuk tersebut.

Dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Bahlil merespons dengan santai ketika ditanya tentang agenda spesifik pasca-pelantikan. Ia meminta wartawan untuk memberikan pertanyaan ringan karena dirinya baru saja menjabat, sembari menyatakan akan melaporkan capaian kerja setelah benar-benar menjalankan tugas barunya sebagai pejabat yang kini merangkap dua jabatan menteri.

Pria yang juga masih menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini menekankan bahwa orientasi kerjanya bersifat kontinu tanpa terikat periode evaluasi kuartalan. Bahlil menggambarkan etos kerjanya dengan frasa berulang "tiap hari, tiap hari" untuk menegaskan bahwa proses berpikir dan bekerja akan berjalan simultan demi mengemban amanah ganda yang disebutnya sebagai panggilan pengabdian kepada Ibu Pertiwi.

Terkait struktur kelembagaan, Bahlil mengakui belum mengetahui secara pasti kementerian dan lembaga mana saja yang berada di bawah koordinasinya. Ia menyatakan perlu meneliti terlebih dahulu Peraturan Presiden yang mengatur hal tersebut sebelum dapat memetakan secara definitif lingkup kewenangan Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi dalam kabinet saat ini.

Pembentukan kementerian koordinator baru ini sendiri memiliki landasan hukum melalui Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029. Dokumen inilah yang menjadi dasar legalitas bagi Bahlil dalam menjalankan fungsi koordinasi strategis di sektor hilirisasi dan transisi energi nasional.

Analisis Redaksi

Pernyataan Bahlil mengenai ketiadaan target kuartalan mengandung makna strategis yang patut dicermati, yakni pergeseran dari pendekatan birokratis berbasis pelaporan periodik menuju orientasi hasil yang lebih cair namun menuntut akuntabilitas harian. Dalam konteks hilirisasi yang membutuhkan percepatan eksekusi lapangan, model kerja seperti ini bisa menjadi pisau bermata dua: efektif jika didukung sistem monitoring internal yang kuat, namun berisiko kehilangan tolok ukur kemajuan yang terukur bagi publik dan pemangku kepentingan eksternal.

Ketidakpastian mengenai kementerian dan lembaga di bawah koordinasi Menko baru ini menyoroti tantangan transisi kelembagaan yang masih berlangsung di awal masa jabatan. Meskipun Keppres Nomor 104/P Tahun 2026 telah diterbitkan, implementasi teknis koordinasi lintas-sektoral memerlukan waktu adaptasi yang tidak boleh terlalu lama mengingat urgensi agenda transisi energi dan hilirisasi yang menjadi salah satu pilar utama kebijakan ekonomi pemerintah saat ini.

Langkah logis selanjutnya yang perlu diwaspadai adalah kecepatan penerbitan aturan turunan atau petunjuk teknis yang memperjelas matriks kewenangan antara Menko Hilirisasi dan Transisi Energi dengan kementerian teknis terkait. Tanpa kejelasan regulasi operasional dalam waktu dekat, potensi tumpang tindih kebijakan atau kelambatan pengambilan keputusan strategis sangat mungkin terjadi, terutama pada proyek-proyek prioritas yang melibatkan banyak instansi sekaligus.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ