Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Kemensos Wajibkan Pelaporan Aduan Sekolah Rakyat Lewat WhatsApp, Nomor Ini Jalurnya

PolitikSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kemensos Wajibkan Pelaporan Aduan Sekolah Rakyat Lewat WhatsApp, Nomor Ini Jalurnya
BAGIKAN:

Kementerian Sosial (Kemensos) kini mengaktifkan kanal resmi WhatsApp Lapor Kemensos di nomor 0887-7171-171 sebagai pintu masuk bagi masyarakat untuk mengadukan berbagai temuan di lingkungan Sekolah Rakyat. Langkah ini dibuka secara terang-terangan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam Rapat Koordinasi Sekolah Rakyat yang digelar Selasa (29/9/2026), menegaskan bahwa saluran ini wajib merespons setiap laporan dari siswa, guru, orang tua, maupun masyarakat luas.

"(Sistem) Ini terbuka bagi siswa, guru, orang tua, dan masyarakat. Jadi kita akan buka pengaduan supaya kita enggak salah bapak-ibu sekalian, ini era keterbukaan. Maka, lapor lewat WhatsApp sudah kita siapkan salurannya," ujar Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta, saat memimpin rapat bersama pejabat Kemensos, seluruh Kepala Sekolah Rakyat, dan para Kepala Sentra secara hybrid. Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono turut mendampingi dalam rapat tersebut.

Gus Ipul menekankan bahwa setiap aduan yang masuk tidak boleh dipersepsikan sebagai ancaman, melainkan sebagai alarm dini untuk mencegah gangguan keamanan dan kenyamanan. "Aduan ini penting sebagai alarm dini. Bukan ancaman, tapi alarm. Dan setiap pengaduan harus kita respons, kita konfirmasi, kita validasi, kita verifikasi. Setiap laporan, setiap aduan adalah alarm. Jangan abaikan," tegasnya. Aduan yang ditangani mencakup berbagai jenis, mulai dari dugaan perundungan (bullying), kekerasan, korupsi, pelecehan, hingga penyalahgunaan wewenang.

Mekanisme pelaporan ini dirancang dengan alur kerja yang jelas dan terotomatisasi. Pada tahap pertama, pelapor mengirimkan laporan beserta bukti dalam bentuk teks, foto, atau video melalui nomor resmi tersebut. Sistem kemudian memilah laporan sesuai kategori menu Sekolah Rakyat hingga pengguna terhubung ke operator. Petugas call center kemudian menginput data ke dalam sistem SETARA untuk memberikan nomor tiket ID yang memungkinkan penelusuran tindak lanjut. Tahap berikutnya melibatkan verifikasi lapangan yang ketat oleh Satgas Sekolah Rakyat.

Kerahasiaan identitas dan data pelapor menjadi jaminan mutlak dalam sistem ini. Informasi tersebut hanya dapat diakses oleh Satgas Sekolah Rakyat, Mensos, dan Wamensos. Seluruh data dilindungi melalui autentikasi berlapis dan enkripsi, serta tidak dapat diakses oleh pihak eksternal. Sebelum sistem ini dapat berjalan efektif, Gus Ipul menginstruksikan seluruh Kepala Sekolah Rakyat dan Kepala Sentra untuk melakukan sosialisasi secara masif ke seluruh jajaran internal. "Mohon ini Kepala Sekolah dan Kepala Sentra untuk membantu sosialisasi ke seluruh jajaran, baik siswa, guru, wali asuh, wali asrama, maupun tenaga kependidikan lainnya," pesannya.

Analisis Redaksi

Pembukaan kanal pengaduan digital terintegrasi ini menandai pergeseran paradigma pengawasam internal lembaga pendidikan berbasis asrama milik negara. Dengan menempatkan "alarm dini" di atas kecurigaan, Kemensos berusaha membangun ekosistem kepercayaan yang melindungi pelapor dari balasan (retaliation). Ini adalah langkah strategis untuk mengurangi stigma sosial yang sering kali membuat korban bullying atau kekerasan di lingkungan asrama memilih diam.

Kelemahan yang perlu diwaspadai adalah pada efektifitas tahap verifikasi di lapangan. Alur sistem yang terdigitalisasi (SETARA) baru akan berguna jika tim Satgas di lapangan memiliki aksesibilitas cepat dan independensi penuh dari institusi sekolah yang diadukan. Jika verifikasi hanya bersifat administratif tanpa pemeriksaan langsung yang independen, maka nomor tiket ID yang diberikan hanya akan menjadi tumpang tindis birokrasi, bukan keadilan. Publik akan menguji sistem ini bukan pada rapat koordinasi, melainkan pada kasus nyata pertama yang dilaporkan dan bagaimana resolusinya ditangani dalam hitungan hari, bukan bulan.

BERITA TERKAIT (Politik)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ