Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Tito Karnavian: Latsarmil Komcad Investasi Strategis Kapasitas ASN

PolitikBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Tito Karnavian: Latsarmil Komcad Investasi Strategis Kapasitas ASN
BAGIKAN:

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pembinaan melalui Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) harus diarahkan untuk memperkuat profesionalitas dan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Penegasan ini disampaikan usai menutup Latsarmil Komcad ASN Kementerian/Lembaga Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Taxiway Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (29/9). Bagi Tito, tujuan utamanya bukan sekadar fisik, melainkan membentuk karakter aparatur yang disiplin, tangguh, dan memahami pentingnya koordinasi serta hukum.

Sebanyak 2.241 peserta mengikuti gelombang kedua ini, terdiri dari 1.480 laki-laki dan 761 perempuan. Dalam amanatnya selaku Inspektur Upacara Penutupan, Tito meminta para peserta memandang latihan ini sebagai investasi strategis. Ia menekankan nilai-nilai seperti loyalitas, ketepatan waktu, dan kesiapsiagaan harus melekat dalam keseharian ASN. "Komponen cadangan bukan pengganti komponen utama... Saudara peserta pelatihan tetap menjalankan tugas utama sebagai ASN pada instansi masing-masing," ujar Tito mengingatkan batas peran Komcad.

Pandangan strategis ini didasari keyakinan Tito bahwa ketahanan negara membutuhkan dukungan kapasitas nasional yang luas, mencakup bidang ilmu pengetahuan, teknologi, siber, pangan, energi, informasi, hingga ekonomi. Ia menyampaikan data bahwa negara yang mampu bertahan lebih dari 200 tahun umumnya ditopang tiga unsur: militer yang kuat, koordinasi intelijen yang tangguh, serta ASN yang efektif dan efisien. Ketiga pilar ini menjadi landasan mengapa pembinaan karakter ASN menjadi prioritas nasional.

Aspek kebugaran fisik mendapat sorotan khusus. Tito mendorong ASN menjaga pola hidup sehat secara berkelanjutan pascapelatihan. Ia mengisahkan pengalamannya di sebuah konferensi di Amerika Serikat terkait faktor kematian aparat kepolisian. Penyebabnya bukan tembak-menembak, melainkan penyakit jantung dan stroke. "Penyebabnya ada tiga... makanan kurang sehat, merokok, dan lack of mobility," jelasnya. Data lapangan menunjukkan pola hidup tidak sehat menjadi ancaman utama ketahanan sumber daya manusia negara.

Kesimpulannya, Latsarmil ini bukan sekadar rutinitas militer. Ini adalah mekanisme untuk memastikan ASN siap mendukung mobilisasi jika dibutuhkan. Dengan ditutupnya gelombang kedua pada pukul 08.13 WIB, tanggung jawab pembinaan karakter kini kembali ke instansi masing-masing. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana nilai-nilai bela negara dan disiplin yang ditanamkan di lapangan terbang ini benar-benar diterapkan di meja kerja birokrasi sehari-hari.

Analisis Redaksi

Mengintegrasikan komponen cadangan dengan pembinaan ASN menunjukkan pergeseran paradigma pertahanan. Negara tidak lagi mengandalkan kekuatan tempur saja, tetapi juga ketahanan sipil. Tito Karnavian, dengan latar belakang kepolisiannya, menekankan aspek preventif: kesehatan fisik dan mental sebagai fondasi ketahanan. Ini logis, karena ASN yang lelah dan tidak sehat tidak akan mampu menjalankan tugas negara secara optimal dalam jangka panjang.

Perlu diwaspadai apakah pelatihan ini bersifat musiman atau berkelanjutan. Jika hanya menjadi "event" tahunan di awal tahun anggaran, dampaknya akan minim. Kunci keberhasilan ada di tindak lanjut di instansi. Apakah ada mekanisme pengawasan untuk memastikan "lack of mobility" dan pola hidup tidak sehat berkurang pasca-latihan? Tanpa evaluasi berkala di instansi, Latsarmil akan tereduksi menjadi upacara tanpa substansi transformasi karakter.

BERITA TERKAIT (Politik)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ