DVI Mulai Kesulitan Identifikasi Jasad Korban KM Virgo
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) mulai mengalami kesulitan dalam proses identifikasikorban KM Virgo Transport 8yang terbalik dan tenggelam di Perairan Masalembo, Laut Jawa, Kalimantan Selatan (Kalsel)
Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes dr Much Sofwan mengatakan kendala yang dihadapi dalam proses identifikasi ini berkaitan dengan kondisi jenazah korban saat ditemukan.
"Jadi pada prinsipnya dengan ditemukannya jenazah kapal Virgo ini di atas hari kelima, pasti banyak penyulitnya, terutama penyulitnya adalah proses pembusukan," kata Sofwan dalam konferensi pers, Senin (28/9).
Sofwan menerangkan saat jenazah sudah mengalami pembusukan, akan ada kendala dalam proses identifikasi.
"Pertama perubahan wajah, kemudian dari sidik jari itu juga susah dikenali. Kemudian juga mungkin ada beberapa yang mungkin alat geraknya yang hilang, pasti akan mempengaruhi tingkat kesulitan. Sehingga perlu kita ketahui, makin ke sini ke sini proses identifikasi agak sedikit lama," ucap dia.
Sementara itu, Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes dr Wahyu Hidayati mengamini bahwa proses identifikasi korban saat ini sedikit melambat, dibandingkan saat awal kejadian.
"Tidak seperti yang hari pertama dengan sidik jari bisa cepat ketemu gitu. Tetapi setelah tiga hari, empat hari, lima hari itu sidik jari sudah mulai tidak bisa dapat. Lalu kita mengandalkan pada ciri gigi, ciri fisik dan pakaian atau properti perhiasan yang ada pada jenazah," tutur dia.
Terlebih, kata Wahyu, banyak jenazah korban yang ditemukan tanpa ada kartu identitas. Bahkan, ada beberapa jenazah korban yang pakaiannya sudah terlepas, sehingga tidak bisa langsung teridentifikasi.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Pemerintah Klaten Wujudkan Wajib Belajar 13 Tahun Lewat Diseminasi PAUD Satu Tahun Pra-Sekolah

Polri Berjanji Tanpa Impunitas, Ayah Wali Kota Kediri AKBP Edy Herwiyanto Ditegur Propam

Banjir Lahar Semeru Genangi Lumajang, 1.100 Warga Terdampak dan 117 KK Terisolasi
