71 Jenazah Ditemukan di KM Virgo, 64 Nakhoda Masih Diburu di Perairan Masalembo
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Tim SAR gabungan telah menemukan 71 jenazah dan mengevakuasi lima korban baru dari bangkai KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Perairan Masalembo, Laut Jawa, Kalimantan Selatan. Hingga Senin (28/9), total korban ditemukan mencapai 179 orang, yang terdiri dari 108 penumpang selamat dan 71 meninggal dunia. Masih ada 64 orang dari total manifes 243 penumpang yang dinyatakan hilang dan terus dicari. Angka-angka ini menjadi tolok ukur skala tragedi maritim yang kini memasuki fase penyisiran badan kapal secara intensif.
Operasi pencarian yang dilakukan pada hari Senin (28/9) berfokus pada penyisiran bagian dalam kapal, khususnya anjungan dan kabin-kabin tertutup. Tim penyelam gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan potensi SAR menemukan lima korban baru yang sebelumnya terjebak di dalam ruang sempit kapal. Kondisi di dalam bangkai kapal yang berada di bawah permukaan laut sangat sulit; jarak pandang terbatas dan ruang yang sempit membuat setiap langkah penyelam harus dilakukan dengan kehati-hatian ekstrem untuk menjamin keselamatan tim penyelam itu sendiri.
Proses evakuasi korban dilakukan dengan protokol ketat dan sinergi lintas instansi. Empat dari lima korban yang ditemukan dievakuasi ke kapal perang KRI Gusti Ngurah Rai. Satu korban lainnya dialihkan ke KN SAR Purworejo. Keempat korban dari KRI Gusti Ngurah Rai kemudian diterbangkan ke Banjarmasin menggunakan Helikopter HS 1331 TNI AL. Sementara itu, satu korban dari KN SAR Purworejo diangkut ke RS Bhayangkara menggunakan Helikopter HR 3601 Basarnas untuk menjalani proses identifikasi forensik.
Dari sisi identifikasi, Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi 16 jenazah baru pada hari yang sama. Dengan tambahan ini, total jenazah yang telah teridentifikasi mencapai 41 orang dari 70 jenazah yang diterima di RS Bhayangkara Banjarmasin. Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes dr Much Sofwan menegaskan bahwa 25 jenazah yang lebih dulu teridentifikasi telah diserahkan kepada keluarga. Masih terdapat 29 jenazah yang menunggu hasil identifikasi lanjutan. Sofwan memastikan proses ini akan terus berjalan secara maksimal.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa penemuan setiap korban adalah hasil dari kerja keras dan sinergi seluruh unsur SAR. "Setiap korban yang berhasil ditemukan adalah hasil dari kerja keras, ketelitian, dan sinergi seluruh unsur SAR. Kami akan terus melakukan pencarian secara maksimal dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia," ujar Syafii. Kapal ini dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9) pukul 02.00 WITA saat berlayar dari Surabaya ke Banjarmasin. Dugaan cuaca buruk menjadi penyebab utama insiden yang kini meninggalkan 64 korban jiwa atau hilang.
Analisis Redaksi
Situasi di perairan Masalembo menunjukkan bahwa pencarian 64 korban yang belum ditemukan menjadi tantangan terbesar saat ini. Karena badan kapal sudah diketahui terbalik di dasar perairan, penyisiran ruang-ruang sempit seperti kabin dan anjungan adalah prioritas. Keterbatasan visibilitas bawah air dan risiko keselamatan penyelam membuat operasi tidak bisa dilakukan secara masif sekaligus, melainkan harus bertahap dan terukur. Setiap jam yang berlalu meningkatkan risiko degradasi jenazah, sehingga kecepatan dalam evakuasi dari dalam kapal ke daratan untuk proses DVI menjadi kunci utama.
Angka 29 jenazah yang belum teridentifikasi di RS Bhayangkara menjadi beban administratif dan emosional bagi keluarga korban. Proses identifikasi tidak hanya bergantung pada tim forensik, tetapi juga pada kecocokan data manifest dengan hasil lapangan. Publik perlu waspada terhadap potensi disinformasi terkait status korban; hanya data resmi dari Basarnas dan DVI yang valid. Langkah selanjutnya secara logis adalah percepatan validasi data DVI agar 70 jenazah yang ada di rumah sakit dapat diserahkan seluruhnya kepada keluarga, sementara fokus pencarian di laut dipertahankan untuk 64 orang yang masih dilaporkan hilang.
BERITA TERKAIT (Kriminal)

Kronologi Geger: ART di Jaktim Ditangkap, Diduga Cabuli Anak 5 Tahun Sambil Live Video Call

Tragedi Truk Molen di Bekasi Tewaskan 6 Orang, Polisi Bidik Pertanggungjawaban Perusahaan

Polda Metro Genjot Penyidikan Kasus Bertrand Peto, RS Polri Temukan Jejak Kekerasan pada Jasad Balita di Jaksel
