Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pria Bobol Dua Kontrakan di Duri Kosambi, Jakbar, Gasak Rp5 Juta

KriminalSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pria Bobol Dua Kontrakan di Duri Kosambi, Jakbar, Gasak Rp5 Juta
BAGIKAN:

Seorang pria nekat membobol dua rumah kontrakan di kawasan Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, dan menggasak uang tunai sebesar Rp5 juta. Aksi kriminalitas ini terjadi dengan modus operandi yang cukup licik, yakni menyamar sebagai penghuni untuk mengaburkan niat jahat pelaku di mata tetangga dan pihak kelurahan setempat.

Korban menyadari sesuatu yang janggal setelah menerima laporan dari warga sekitar. Pria tersebut terlihat sering mondar-mandir di area kontrakan meski tidak tercatat sebagai tenant resmi. Keraguan ini akhirnya terjawab saat pemilik rumah mengecek kondisi gembok pintu dan menemukan kerusakan akibat dipaksa terbuka.

Berdasarkan keterangan yang beredar, pelaku berhasil menguras uang dalam nominal yang signifikan, total Rp5 juta, dari kedua unit rumah yang menjadi sasarannya. Uang tersebut merupakan tabungan atau penghasilan harian para penghuni kontrak yang tidak terhitung kecil. Kerugian ini tentu memukul psikologis dan kondisi finansial korban secara langsung.

Kasus ini menambah panjang daftar modus pencurian berkedok penyamaran di wilayah padat penduduk di Jakarta. Banyak pelaku kriminalitas perkotaan kini memanfaatkan kerawanan keamanan di kos-kosan dan kontrakan sebagai celah empuk untuk melakukan aksinya tanpa terdeteksi oleh sistem keamanan resminya.

Pihak berwajib kini tengah melacak ciri fisik dan pergerakan pria tersebut untuk menangkapnya. Warga sekitar diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap tamu-tamu yang tidak jelas asal-usulnya yang tiba-tiba muncul di lingkungan rumah. Koordinasi dengan petugas keamanan lokal menjadi kunci utama dalam pencegahan kejahatan serupa di masa depan.

Analisis Redaksi

Modus menyamar sebagai penghuni menunjukkan bahwa pelaku memiliki kesabaran dan perhitungan tinggi, bukan sekadar pencurian kesempatan. Mereka mengamati pola hidup korban terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan, yang mengindikasikan tingkat kriminalitas yang lebih terorganisir dan berbahaya. Ancaman keamanan di kawasan kontrakan di Jakarta sebenarnya sudah lama menjadi sorotan. Banyak pengelola kos dan pemilik rumah enggan berinvestasi dalam sistem CCTV atau gembok ganda karena dianggap mengganggu privasi atau biaya tambahan. Sikap passif ini sering kali menjadi pemicu bagi pelaku untuk mengincar lokasi tersebut. Selanjutnya, langkah mitigasi tidak hanya sebatas menangkap pelaku. Perlu ada penekanan terhadap pentingnya sistem keamanan lingkungan yang terintegrasi, di mana pemilik rumah dan penghuni aktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada RT/RW atau pihak kepolisian. Ketangguhan komunitas harus dibangun agar modus seperti ini semakin sulit dieksekusi.
Meow! Tanya Nesi!
😸