Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Mala Nurilmala: Halal Bukan Sekadar Sertifikasi, tapi Ekosistem Industri Bernilai Tambah

EkonomiDian KusumaDian KusumaSumber: Antara News
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Mala Nurilmala: Halal Bukan Sekadar Sertifikasi, tapi Ekosistem Industri Bernilai Tambah
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Konsep halal di Indonesia tengah didorong untuk bertransformasi dari sekadar label ketaatan menjadi fondasi ekosistem industri yang memiliki nilai tambah ekonomi.
  • Penguatan ini diperlukan untuk memastikan daya saing produk halal Indonesia di pasar global yang semakin ketat.
  • Pendapat ini muncul di tengah upaya negara untuk memposisikan diri sebagai pusat ekonomi halal dunia.

Konsep halal di Indonesia tengah didorong untuk bertransformasi dari sekadar label ketaatan menjadi fondasi ekosistem industri yang memiliki nilai tambah ekonomi. Sekretaris Pusat Halal Science Center IPB University, Mala Nurilmala, menegaskan bahwa sertifikasi halal tidak lagi seharusnya dipandang sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai gerbang awal bagi penguatan standar mutu produk. Penguatan ini diperlukan untuk memastikan daya saing produk halal Indonesia di pasar global yang semakin ketat.

Pendapat ini muncul di tengah upaya negara untuk memposisikan diri sebagai pusat ekonomi halal dunia. Selama ini, pemahaman publik sering kali terjebak pada aspek formalitas administratif semata, mengabaikan dimensi teknis dan ilmiah yang menyertainya. Mala menekankan pentingnya pendekatan sains dalam pengelolaan rantai pasok halal untuk mengintegrasikan aspek keamanan, kesehatan, dan etika konsumsi secara komprehensif dalam satu sistem yang terukur.

Transformasi ini memerlukan sinergi antara dunia akademik, regulator, dan pelaku usaha industri. Tanpa kolaborasi yang solid, risiko terputusnya rantai kepercayaan antara produsen dan konsumen tetap tinggi. Di sisi lain, kehadiran Halal Science Center di institusi pendidikan tinggi seperti IPB University menunjukkan upaya serius untuk mengintegrasikan kurikulum dan riset yang fokus pada inovasi produk halal, bukan hanya teori.

Dampak langsung dari pergeseran paradigma ini akan terlihat pada meningkatnya standar mutu produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha. Ketika pelaku industri memandang sertifikasi sebagai awal proses pengendalian mutu, bukan akhir, maka produk yang beredar akan memiliki jaminan kualitas yang lebih tinggi. Hal ini secara tidak langsung melindungi konsumen dari produk yang lolos prosedur administratif namun gagal memenuhi standar kelayakan konsumsi.

Keberlanjutan industri halal juga bergantung pada kemampuan adaptasi teknologi dan inovasi proses produksi. Mala menggarisbawahi bahwa ekosistem halal yang kuat tidak hanya bergantung pada agama, tetapi juga pada efisiensi dan ketelusuran (traceability) dalam rantai pasokan. Dengan membangun ekosistem yang terintegrasi, Indonesia berpotensi menciptakan pasar tersendiri yang didorong oleh standar teknis yang tinggi, bukan sekadar permintaan pasar yang besar.

Analisis Redaksi

Perkembangan wacana ini menandakan matangnya diskursus publik mengenai industri halal di Indonesia. Peran akademisi seperti Mala Nurilmala dalam memetakan arah pengembangan sains halal menjadi krusial untuk membedakan praktik 'halal' yang sebenarnya dengan sekadar komodifikasi label. Jika visi ini berhasil direalisasikan, sektor ini akan berkontribusi signifikan pada diversifikasi ekonomi nasional berbasis nilai, tidak hanya berbasis volume.

Meski demikian, tantangan implementasinya di lapangan masih signifikan, terutama terkait kesenjangan antara standar akademis dan kapasitas UMKM yang masih dominan di rantai pasok halal. Penetrasi teknologi dan edukasi pelaku usaha menjadi kunci agar konsep 'ekosistem bernilai tambah' tidak berhenti di tataran retorika. Publik perlu mengawasi transisi ini untuk memastikan bahwa integrasi sains halal benar-benar meningkatkan kualitas produk, bukan menambah beban biaya produksi semata.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ