Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Wamenaker Afriansyah Noor Tekankan Pentingnya Peningkatan Skill Tenaga Kerja Mengikuti Perkembangan Teknologi

EkonomiHendra GunawanHendra GunawanSumber: Antara News
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Wamenaker Afriansyah Noor Tekankan Pentingnya Peningkatan Skill Tenaga Kerja Mengikuti Perkembangan Teknologi
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi prasyarat mutlak di tengah akselerasi transformasi teknologi.
  • Pernyataan ini disampaikan untuk merespons tantangan pasar kerja yang kian ketat, di mana keterampilan teknis semata tidak lagi cukup tanpa kemampuan adaptasi digital.
  • Afriansyah Noor menekankan bahwa dunia industri saat ini menuntut efisiensi dan otomasi, sehingga tenaga kerja wajib terus mengasah skill agar tetap relevan.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi prasyarat mutlak di tengah akselerasi transformasi teknologi. Pernyataan ini disampaikan untuk merespons tantangan pasar kerja yang kian ketat, di mana keterampilan teknis semata tidak lagi cukup tanpa kemampuan adaptasi digital. Afriansyah Noor menekankan bahwa dunia industri saat ini menuntut efisiensi dan otomasi, sehingga tenaga kerja wajib terus mengasah skill agar tetap relevan. Tanpa upgrade kemampuan secara berkala, ancaman pengangguran struktural akibat disrupsi mesin akan semakin nyata.

Staf kepresidenan tersebut mengingatkan bahwa jarak antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan industri masih lebar. Konsekuensi logis dari gap ini adalah lulusan fresh graduate yang kesulitan mengisi posisi kerja karena kurang siap menghadapi alur kerja berbasis teknologi. Afriansyah menilai bahwa intervensi kebijakan tidak cukup hanya dengan regulasi, tetapi harus diiringi dengan penguatan ekosistem pelatihan yang pragmatis. Industri menuntut talenta yang mampu mengoperasikan sistem cerdas, bukan sekadar memahami teori tradisional.

Langkah strategis yang ditekankan mencakup kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan perusahaan swasta dalam penyusunan modul pelatihan. Fokus utama adalah penyesuaian silabus dengan kebutuhan riil lapangan kerja, khususnya di sektor manufaktur dan jasa digital. Afriansyah menyoroti bahwa investasi pada human capital melalui pendidikan vokasi dan sertifikasi skill menjadi kunci daya saing nasional. Hal ini sejalan dengan kebutuhan menciptakan tenaga kerja yang agile dan responsif terhadap perubahan.

Implikasi dari pernyataan ini mengarah pada percepatan program magang dan praktik kerja lapangan yang lebih intensif. Regulator didorong untuk mempercepat proses validasi sertifikasi kompetensi digital bagi para pencari kerja. Tidak ada lagi ruang untuk kompromi kualitas SDM di sektor formal, karena standar industri global terus bergerak naik. Afriansyah Noor berharap sinergi ini dapat mengurangi angka PHK yang sering dipicu oleh ketidakmampuan karyawan mengikuti alur kerja baru.

Bagi publik, sinyal dari Wamenaker ini adalah peringatan dini untuk segera mengevaluasi portofolio keahlian. Masyarakat diimbau untuk aktif mencari sumber belajar mandiri terkait Topik Terkait:#Ekonomi#Wamenaker#Afriansyah#Noor#Tekankan

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ