Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Hari Bhakti Postel 2026: Dari Aksi Donor Darah hingga Lomba E-Sport untuk Merangkul Generasi Muda

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Hari Bhakti Postel 2026: Dari Aksi Donor Darah hingga Lomba E-Sport untuk Merangkul Generasi Muda
BAGIKAN:

Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) ke-81 tahun 2026 resmi digelar Minggu (27/9), dengan pusat kegiatan berlangsung di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat. Peringatan tahunan ini tidak sekadar seremonial, melainkan dirancang padat dengan rangkaian acara yang menjembatani nostalgia sejarah dan dinamika industri modern, mulai dari pemberian tali asih bagi veteran hingga penghargaan bagi asosiasi telekomunikasi.

Di sisi lain, semangat sosialitas turut mewarnai acara ini melalui aksi donor darah yang telah lebih dulu dimulai pada Selasa (22/9) di Telkomsel Smart Office, Jakarta Selatan. Gerakan ini menargetkan 300 pendonor sebagai kontribusi nyata sektor telekomunikasi dalam menjaga stok darah di DKI Jakarta, menunjukkan bahwa industri teknologi juga memiliki peran langsung dalam layanan publik.

Ketua Asosiasi Pengembang Infrastruktur dan Menara Telekomunikasi (Aspimtel), Theodorus Ardi Hartoko, menjelaskan bahwa rangkaian peringatan ini telah dibuka sejak Agustus oleh konferensi DTI-CX. Forum tersebut dihadiri komunitas ICT global, pelaku industri dalam negeri, dan mitra teknologi dari Asia Tenggara. "Mereka ikut memberikan masukan baik teknologi baru, kebijakan, regulasi, dan sebagainya. Jadi acara ini kita susun sedemikian lengkap. Tidak semata-mata kegiatan-kegiatan yang sifatnya kegiatan fisik, tapi juga bagian dari masukan kepada regulator terkait dengan apa itu tata kelola industri telekomunikasi di Indonesia," ujar Theodorus.

Sekjen Aspimtel, Indra Gunawan, menambahkan bahwa agenda peringatan juga mencakup lomba e-sport Mobile Legends. Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas jangkauan peringatan ke segmen yang lebih luas. "Salah satu acara yang baru kita lakukan adalah lomba e-sport Mobile Legends. Kita berharap bahwa dengan kegiatan Hari Bhakti Postel tidak hanya menyasar orang yang sudah mature, kita juga ingin bisa merangkul generasi muda yang suka e-sport," tuturnya. Perpaduan antara diskusi regulasi dan hiburan digital ini menciptakan ekosistem dialog yang inklusif antara pemain lama dan generasi penerus.

Konteks historis di balik peringatan 27 September tetap menjadi fondasi utama. Tanggal ini menandai peristiwa krusial tahun 1945 ketika Angkatan Muda PTT merebut Jawatan PTT dari militer Jepang di Bandung. Pengambilalihan ini terjadi setelah lebih sebulan sejak proklamasi kemerdekaan, di mana peran pos, telegraf, dan telepon dinilai vital bagi negara yang baru merdeka. Kantor pusat di Bandung tersebut kini menjadi saksi bisu perjuangan bangsa yang terus dihidupkan setiap tahunnya.

Menyambut momentum ini, Kementerian Komunikasi Digital menetapkan tema T3: 'Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga'. Unsur 'Terhubung' mengacu pada penguatan konektivitas dan relasi antar-pemangku kepentingan. 'Tumbuh' menekankan inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan, sementara 'Terjaga' fokus pada pelestarian ekosistem digital yang sehat. "Peringatan Hari Bhakti Postel tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah perjuangan insan pos dan telekomunikasi, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat perkembangan sektor komunikasi Indonesia yang terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi," kata Komdigi dalam keterangan resminya.

Analisis Redaksi

Pilihan agenda yang mencampurkan aspek regulasi, sosial, dan hiburan digital menunjukkan kesadaran industri telekomunikasi akan perlunya redefinisi solidaritas. Di masa lalu, solidaritas dibangun melalui perjuangan merebut infrastruktur dari kolonial. Kini, bentuknya bertransformasi menjadi kolaborasi lintas generasi dan kontribusi sosial. Lomba e-sport bukan sekadar atraksi, melainkan strategi sadar untuk memastikan bahwa narasi industri tidak menjadi asing bagi generasi muda yang menjadi pengguna utama teknologi.

Lebih dari itu, tema T3 yang diusung Komdigi merupakan respons terhadap paradoks era digital: konektivitas yang tinggi sering kali tidak sejalan dengan kesejahteraan digital yang merata. Dengan menitikberatkan pada unsur 'Terjaga', negara dan pelaku industri sedang membangun jaring pengaman agar perkembangan teknologi tidak meninggalkan dimensi kemanusiaan dan kesehatan ekosistem. Langkah selanjutnya yang perlu diwaspadai adalah bagaimana masukan dari forum DTI-CX diterjemahkan menjadi kebijakan konkret yang melindungi konsumen dan pelaku usaha kecil, bukan hanya menguntungkan korporasi besar.

Meow! Tanya Nesi!
😸