Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

DPP PDIP Lepas Guruh Soekarnoputra: Bendera Ditiangkan Separuh Selama Tujuh Hari

PolitikSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

DPP PDIP Lepas Guruh Soekarnoputra: Bendera Ditiangkan Separuh Selama Tujuh Hari
BAGIKAN:

Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan seluruh struktur partai PDI Perjuangan kehilangan anggota keluarga inti sekaligus kader senior mereka. DPP PDIP mengeluarkan surat editan resmi yang memerintahkan seluruh tingkatan organisasi, mulai dari pusat hingga ranting, untuk mengibarkan bendera partai setengah tiang selama tujuh hari. Instruksi ini merupakan bentuk penghormatan terakhir atas wafatnya Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama RI, Soekarno, yang menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (26/9) setelah menjalani perawatan di RS Siloam Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengonfirmasi bahwa surat perintah tersebut ditujukan kepada seluruh jajaran DPP, DPD, DPC, PAC, Ranting, hingga Anak Ranting. "Berkaitan dengan hal tsb, kepada seluruh jajaran DPP, DPD, DPC, PAC, Ranting, hingga Anak Ranting agar mengibarkan Bendera PDI Perjuangan Setengah Tiang selama 7 (tujuh) Hari," kata Hasto dalam keterangan resminya. Kabar kepergian Guruh juga dikonfirmasi oleh politisi PDIP, Cyril Raoul Hakim. "Benar (beliau meninggal)," ujarnya singkat kepada media.

Lahir pada 13 Januari 1953, Guruh Soekarnoputra adalah adik kandung Megawati dari pernikahan Soekarno dengan Fatmawati. Jejak edukasinya cukup unik; ia pernah mendalami ilmu arkeologi di University of Amsterdam sebelum akhirnya meraih gelar Sarjana Administrasi Publik di STIAMI pada 2008 dan Magister Manajemen pada 2010. Sejak muda, Guruh lebih dikenal sebagai musisi dan pendiri grup Gank Pegangsaan bersama Chrisye, Keenan Nasution, dan Abadi Soesman. Lagu-lagu seperti "Kala Sang Surya Tenggelam" dan "Lenggang Puspita" menjadi warisan karyanya di kancah musik Indonesia.

Dalam ranah politik, Guruh bergabung dengan PDI sejak 1982 dan terus aktif di PDIP hingga akhir hayatnya. Ia pernah duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Timur selama masa jabatan 1999-2024. Rekam jejak politiknya ini menjadikannya salah satu saksi sejarah transformasi PDI menjadi PDI Perjuangan pasca-1999. Kehidupannya juga melibatkan ikatan pernikahan dengan Guseynova Sabina Padmavati asal Uzbekistan pada 2002, yang berakhir dengan perceraian pada 2009.

Kepergian Guruh Soekarnoputra menandai berakhirnya satu generasi dari keluarga besar Sukarno di lingkaran kekuasaan Indonesia. Sebagai anak bungsu dari Presiden pertama, sosoknya telah menjadi bagian dari narasi panjang keluarga yang memiliki pengaruh signifikan terhadap lanskap politik nasional selama beberapa dekade terakhir. Proses pengibaran bendera setengah tiang ini menjadi simbol duka yang akan dirasakan hingga masa transisi kepemimpinan partai pasca-Megawati semakin memanas.

Analisis Redaksi

Kehilangan seorang anggota keluarga Sukarno yang juga kader senior PDIP bukan sekadar peristiwa duka keluarga, melainkan momen politik yang memengaruhi dinamika internal partai. Durasi pengibaran bendera setengah tiang selama tujuh hari menunjukkan protokol duka yang ketat, menandakan posisi Guruh yang dihormati di struktur internal. Bagi basis akar rumput, sosok Guruh mungkin tidak sepopular Megawati atau Puan Maharani, namun kontribusinya sebagai eks-anggota DPR dari Jawa Timur tetap menjadi poin penting dalam basis suara tradisional di wilayah itu.

Secara strategis, wafatnya Guruh menghapuskan satu variabel dinamika internal yang selama ini relatif pasif namun tetap hadir. Keluarga Soekarno memiliki legitimasi sejarah yang kuat di PDIP; dengan berkurangnya satu tokoh dari lingkaran inti, fokus partai kini sepenuhnya terkonsolidasi pada garis keturunan Megawati. Publik harus mewaspadai apakah kekosongan ini akan diisi oleh kader-kader baru yang lebih pragmatis atau tetap mempertahankan ideologis keluarga Sukarno sebagai 'jaga-jaga' identitas partai di pemilu mendatang.

BERITA TERKAIT (Politik)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ