Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Banjir Telan 50 Distrik, Bangkok Tetapkan Status Bencana: Air Naik Sampai Pinggang, Warga Terjebak

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Banjir Telan 50 Distrik, Bangkok Tetapkan Status Bencana: Air Naik Sampai Pinggang, Warga Terjebak
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Banjir raksasa yang dipicu hujan deras tiga hari berturut-turut memaksa pemerintah Kota Bangkok menetapkan status bencana di 50 distrik ibu kota Thailand.
  • Hujan deras yang mulai turun sejak Kamis (24/9) sore menggenangi jalan utama, meluapkan saluran air, dan merendam rumah serta restoran warga hingga hari Sabtu (26/9).
  • Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt, melaporkan curah hujan telah mendekati 300 milimeter, dengan wilayah timur kota menjadi area yang paling parah terdampak.

Banjir raksasa yang dipicu hujan deras tiga hari berturut-turut memaksa pemerintah Kota Bangkok menetapkan status bencana di 50 distrik ibu kota Thailand. Hujan deras yang mulai turun sejak Kamis (24/9) sore menggenangi jalan utama, meluapkan saluran air, dan merendam rumah serta restoran warga hingga hari Sabtu (26/9).

Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt, melaporkan curah hujan telah mendekati 300 milimeter, dengan wilayah timur kota menjadi area yang paling parah terdampak. Melalui media sosial yang dilansirkan AFP pada Sabtu (26/9), Chadchart menegaskan, "Hujan belum berhenti dan kami terus berupaya semaksimal mungkin. Kami berusaha memompa air keluar, tetapi kapasitas saluran air saat ini sudah penuh." Ia memperingatkan bahwa kawasan pemukiman di sekitar saluran air sangat rawan karena seluruh saluran tersebut kini meluap.

Menurut laporan warga, air terus naik dan sulit untuk keluar rumah. Somkid Pheuk-ngam, pedagang berusia 67 tahun yang tinggal di dekat saluran air sebelah utara pusat kota, menuturkan, "Air terus naik. Sekarang sangat sulit untuk keluar rumah, tingginya sudah sepinggang saya. Saya tidak bisa ke mana-mana dan sudah menutup toko selama dua hari." Ia menambahkan, meski wilayahnya sering tergenang, banjir kali ini terasa lebih parah dibandingkan banjir besar tahun 2011 yang menewaskan lebih dari 500 orang dan merusak jutaan rumah.

Warga lain, Samruay Nakkamnueng, mengungkapkan kekhawatirannya saat bangun tidur untuk berangkat kerja, mendapati jalan di depan rumah sudah terendam banjir. "Saya sempat khawatir apakah motor saya sanggup menerobos banjir setinggi ini," kata dia. Sementara di kawasan On Nut, bagian tenggara kota, warga berjalan menerjang genangan air setinggi lutut sambil mengangkut karung pasir untuk membendung air di rumah mereka.

Sebagai langkah mitigasi, otoritas transportasi umum Bangkok menyediakan fasilitas parkir gratis (park and ride) di stasiun-stasiun kereta MRT hingga 2 Oktober, agar pemilik kendaraan memindahkan mobil mereka ke tempat yang lebih tinggi. Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana memperingatkan potensi tekanan udara rendah di wilayah timur, timur laut, dan tengah Thailand hingga hari Minggu, mengingatkan masyarakat akan risiko banjir bandang, limpasan air hutan, tanah longsor, hingga luapan air sungai.

Analisis Redaksi

Penetapan status bencana di 50 distrik bukan sekadar formalitas, melainkan penanda kritis bahwa sistem infrastruktur drainase Bangkok telah mencapai titik jenuh. Pernyataan Chadchart bahwa "kapasitas saluran air saat ini sudah penuh" mengindikasikan kegagalan adaptasi kota terhadap pola cuaca ekstrem yang kini kian sering terjadi. Perbandingan yang dibuat warga dengan banjir 2011 mengisyaratkan eskalasi ancaman yang nyata, di mana penanganan reaktif seperti memompa air atau parkir gratis, meski penting, tidak cukup untuk menjawab akar masalah kapasitas infrastruktur yang tertinggal dari intensitas curah hujan.

Ke depan, tekanan udara rendah yang diprediksi di wilayah timur, timur laut, dan tengah Thailand hingga Minggu memperbesar risiko bencana lanjutan berupa banjir bandang dan tanah longsor. Pemerintah harus segera mengaktifkan evakuasi proaktif untuk kelompok rentan di daerah aliran sungai, bukan hanya menunggu air naik hingga sepinggang. Jika hujan tidak berhenti dan kapasitas pompa terbatas, potensi disrupsi ekonomi dan sosial di jantung kota akan meluas, menuntut koordinasi yang lebih agresif antara instansi lokal dan pusat.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ