AirNav Revitalisasi Pasar Ngasem Jogja, Hasto: Gotong Royong Perkuat Ekonomi Lokal
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, menegaskan bahwa revitalisasi Pasar Ngasem di Yogyakarta bukan sekadar proyek kosmetik, melainkan strategi untuk memperkuat fondasi ekonomi dan budaya lokal yang selama 14 tahun menjadi area tanggung jawab operasional perusahaan. Keputusan memilih Pasar Ngasem didasari fakta bahwa lokasi ini merupakan jantung kehidupan ekonomi di Yogyakarta, tempat di mana pedagang dan pengunjung memiliki interaksi intensif yang membentuk lanskap sosial masyarakat setempat. Dalam Kick Off Ceremony yang berlangsung pada Sabtu, September 2026, Avirianto menegaskan bahwa kehadiran perusahaan harus memberikan manfaat nyata yang bisa dirasakan langsung oleh warga.
Revitalisasi ini merupakan bagian dari program unggulan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) AirNav Indonesia yang juga dirangkai dengan peringatan HUT ke-14 perusahaan. Dengan tema "Ngasem Berwarna, Ngasem Bersih - Langit Jogja Terjaga", inisiatif ini diarahkan untuk meningkatkan fasilitas publik sekaligus menggerakkan ekonomi local. Avirianto menjelaskan bahwa selama 14 tahun menjalankan tugas pelayanan navigasi penerbangan, perusahaan menyadari bahwa keberlangsungan operasinya tidak bisa dipisahkan dari hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah kerja.
Rangkaian kegiatan pembenahan sangat konkret dan menyentuh aspek infrastruktur dasar pasar. Fokus utama meliputi penataan area pemilahan sampah, perbaikan saluran air yang sebelumnya mampet, serta penguatan manajemen sampah. Kick off ditandai dengan pengecatan mural pertama pada tembok pasar, yang bertujuan memperindah dinding yang sebelumnya terlihat kosong dan kumuh. Selain itu, AirNav juga memberikan dukungan untuk pemasangan CCTV guna meningkatkan keamanan dan pengawasan di area pasar.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi AirNav. Ia mengamati perubahan fisik yang signifikan pada kondisi lingkungan pasar, terutama dari sisi kebersihan dan penataan tata ruang. "Sampah sebelumnya berserakan di mana-mana. Gubuk pemilahan sampah juga masih kumuh, dan sekarang sudah dicat serta terlihat lebih baik. Selokan yang sebelumnya mampet dan butek juga sudah dibenahi," ujar Hasto merujuk pada kondisi pasar yang jauh lebih baik setelah intervensi awal.
Bagi Hasto, dukungan korporasi seperti ini adalah contoh nyata dari kolaborasi yang saling menguntungkan. "Saya kira, ini bentuk kepedulian yang luar biasa dari AirNav. Terima kasih sekali. Ini merupakan gotong royong yang baik. Selain dapat menggerakkan ekonomi lokal, program ini menjadi salah satu upaya merawat budaya," pungkas Hasto. Pernyataan ini menegaskan bahwa revitalisasi pasar tidak hanya dimenangkan dari sisi estetika, tetapi juga dari kacamata pelestarian identitas budaya Yogyakarta melalui pengelolaan ruang publik yang lebih baik dan fungsional.
Analisis Redaksi
Pemilihan Pasar Ngasem sebagai lokasi revitalisasi menunjukkan pendekatan strategis dari AirNav Indonesia yang mengintegrasikan tanggung jawab sosial dengan area operasional mereka. Dengan melibatkan langsung pemerintah kota melalui apresiasi Hasto Wardoyo, inisiatif ini mendapatkan legitimasi publik yang kuat. Transformasi fisik seperti pembenahan selokan dan manajemen sampah adalah langkah krusial untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional di mata pengunjung modern, yang semakin menuntut fasilitas bersih dan aman.
Perlu diwaspadai bahwa keberlanjutan proyek revitalisasi bergantung pada transfer teknologi manajemen sampah dan perawatan infrastruktur ke pihak pengelola pasar dan warga setelah proyek selesai. Dampak ekonomi jangka panjang baru akan terukur jika peningkatan kebersihan dan estetika ini benar-benar meningkatkan volume pengunjung dan omzet pedagang, bukan sekadar satu kali seremonial HUT perusahaan.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

DJP Klarifikasi: GOTO dan Lazada Bukan Pemungut Pajak Digital, Cakupan SPP-TDLN Masih Terbatas

Bahlil Tutup Akses Ekspor Listrik ke Singapura, Perintahkan Danantara Tolak Lobi

Andalkan Empat Segmen Bisnis, Telkom Rebut Target Laba Bersih Rp14,4 T di Kuartal III 2026
