Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Menhut: Hotspot Kalteng Naik Jadi 673, Fokus Utama Penanganan Karhutla di Sini

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Menhut: Hotspot Kalteng Naik Jadi 673, Fokus Utama Penanganan Karhutla di Sini
BAGIKAN:

Titik panas kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Tengah melonjak tajam menjadi 673, meski angka serupa di sejumlah provinsi lain justru terkendali. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut lonjakan di wilayah tersebut membuat Kalteng dan Kalimantan Selatan menjadi konsentrasi utama penanganan saat ini.

Di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/9), Antoni membeberkan data terkini yang menunjukkan pola sebaran hotspot yang disparitas. Di Jambi, jumlah titik panas turun drastis dari enam menjadi hanya satu. Situasi di Sumatera Selatan juga membaik, berkurang dari 17 menjadi 11. Sementara itu, Kalimantan Selatan mencatat penurunan signifikan dari 68 menjadi 23 hotspot. Namun, tren positif ini tidak berlaku untuk Kalimantan Tengah yang mengalami kenaikan drastis menjadi 673.

Antoni menegaskan ia tidak tinggal diam dalam menghadapi eskalasi ini. Ia menyatakan rutin turun ke lapangan untuk memastikan respons cepat terhadap sumber api. "Tapi saya kira konsentrasi utama kita memang masih di Kalteng dan Kalsel," ujar Antoni, menegaskan prioritas kebijakan pengendalian api kini tertuju pada dua wilayah di Indonesia bagian tengah dan selatan tersebut.

Diperhatikan pula bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian khusus pada penanganan karhutla di lahan gambut. Antoni menyampaikan dukungan pimpinan tertinggi negara itu sangat dinanti, dan hasil dari pertemuan tingkat tinggi akan segera disosialisasikan ke berbagai pihak terkait. "Saya kira sangat baik sekali Bapak Presiden punya concern soal gambut," tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, Presiden Prabowo mengundang sejumlah akademisi ke Istana untuk membahas strategi penanganan. Mereka termasuk Bagus Muljadi dari Nottingham University, Azwar Maas dari UGM, Zakaria Amsari dari Universitas Tanjungpura, dan Indratmo Soekarno dari ITB. Turut hadir pula Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dan Kepala BRIN Arif Satria untuk menyinkronkan data dan langkah teknis pencegahan.

Analisis Redaksi

Lonjakan 673 hotspot di Kalimantan Tengah saat angka di provinsi lain turun menggambarkan tantangan struktural dalam penanganan kebakaran lahan gambut. Data ini mengindikasikan bahwa meski upaya pemadaman di Sumatera dan Kalbar/Kalsel mulai membuahkan hasil, kawasan gambut di Kalimantan masih menjadi titik api yang sulit dipadamkan karena sifat hidrauliknya. Fakta bahwa Presiden membentuk forum khusus dengan akademisi dan lembaga ilmiah seperti BMKG dan BRIN menunjukkan upaya untuk memisahkan pendekatan teknis-ilmiah dari sekadar operasional pemadaman.

Yang perlu diwaspadai adalah potensi lag waktu antara data satelit hotspot dan kondisi lapangan. Angka 673 adalah indikator awal; jika tidak segera ditangani dengan pembasahan lahan gambut, api dapat merambat ke hulu sungai dan mempercepat emisi karbon. Langkah logis selanjutnya adalah integrasi data real-time dari BMKG dengan respons cepat di lapangan, serta penguatan regulasi larangan bakar lahan gambut secara ketat. Keberhasilan penanganan kali ini akan menentukan kredibilitas komitmen Indonesia dalam perjanjian iklim global.

Meow! Tanya Nesi!
😸