Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Urban Farming di Bawah Tol Becakayu: Antara Panen Kangkung dan Ancaman Pencurian

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Urban Farming di Bawah Tol Becakayu: Antara Panen Kangkung dan Ancaman Pencurian
BAGIKAN:

Beton jalan tol layang Becakayu yang menjulang tinggi di Duren Sawit, Jakarta Timur, kini menyimpan cerita berbeda. Di bawah naungannya, Fahturozih, seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), mengelola lahan pertanian kota seluas 900 meter persegi. Senin (7/9) siang, ia mondar-mandir memeriksa tanaman di RW 7, Pondok Bambu, memastikan pakcoy, kangkung, hingga tomat tumbuh meski di tengah keterbatasan sinar matahari.

Kebun ini berdiri di atas tanah merah yang sebelumnya terbengkalai dan ditumbuhi rumput liar. Inisiatif pemanfaatan ruang kosong di bawah infrastruktur besar ini dimulai pada 2023, setelah pihak kecamatan meminta agar area tersebut tidak dibiarkan sia-sia. Lahan itu bukan milik kelurahan atau kecamatan, melainkan aset terkait jalan tol, namun izin pengelolaan diberikan kepada PPSU setempat. "Dibantu teman-teman PPSU, garap, bersihin rumput... pas udah rapi, bersih saya yang ngolah dari pupuk, media tanam," ujar Fahturozih menjelaskan proses awal penggarapan lahan tersebut.

Tantangan utama bercocok tanam di kolong tol adalah minimnya paparan cahaya matahari langsung. Akibatnya, jenis tanaman tertentu harus ditempatkan secara strategis. Tanaman pangan seperti cabai dan tomat yang membutuhkan banyak sinar matahari ditanam di bagian pinggir lahan, sementara kangkung yang lebih tahan naungan menjadi primadona panen rutin. Dengan masa tanam sekitar 27-30 hari, panen terakhir menghasilkan sekitar 15 kilogram kangkung. Hasil bumi ini sebagian dibagikan kepada warga melalui kerja sama dengan PKK Kelurahan dan sebagian lainnya dijual di acara Pasar Tumbuh di kantor wali kota.

Namun, keberhasilan memanen sayur mayur ini kerap dihambat oleh faktor manusia. Fahturozih menyebut hama paling berbahaya di kebunnya bukanlah serangga, melainkan pencuri. Ia menceritakan insiden hilangnya dua bedeng kangkung yang siap panen dalam semalam, serta lenyapnya buah dari enam pohon pisang sebelum waktunya. Bahkan, empat bedengan kembang kol pun raib dicuri dua bulan lalu. Karena tidak adanya penjagaan malam hari, kerugian akibat pencurian menjadi kendala serius bagi keberlangsungan program urban farming di lokasi tersebut.

Di sisi lain, upaya penghijauan di bawah tol Becakayu juga dilakukan di RW 13, Kelurahan Cipinang Muara. Revi, sesama petugas PPSU, merawat lahan seluas 500 meter persegi yang didominasi tanaman hias sejak 2021. Berbeda dengan Pondok Bambu, area ini menumbuhkan philodendron kuning, adam hawa, dan ekor bajing untuk estetika. Revi mengakui bahwa menanam tanaman pangan seperti bayam dan sawi di sini kurang berhasil karena kurangnya cahaya, sehingga ia berencana kembali mencoba pada musim kemarau berikutnya saat intensitas matahari lebih optimal.

Analisis Redaksi

Fenomena urban farming di bawah infrastruktur tol menunjukkan potensi besar pemanfaatan ruang publik yang selama ini dianggap mati. Namun, kasus pencurian di Pondok Bambu mengungkap kelemahan struktural dalam pengelolaan aset bersama. Tanpa sistem pengawasan atau regulasi perlindungan yang jelas bagi pengelola informal seperti PPSU, semangat swasembada pangan lokal akan terus terkikis oleh tindakan oportunistik individu. Ini bukan sekadar soal kehilangan sayur, tapi tentang ketahanan komunitas terhadap vandalisme ekonomi kecil.

Pemda DKI perlu melihat inisiatif grassroots ini sebagai pilot project yang memerlukan dukungan kebijakan formal. Jika model di Cipinang Muara fokus pada estetika, maka di Pondok Bambu fungsinya bergeser ke ketahanan pangan mikro. Keduanya valid, tetapi membutuhkan pendekatan berbeda. Integrasi teknologi pemantauan sederhana atau melibatkan kelompok masyarakat resmi untuk menjaga rotasi panen bisa menjadi solusi praktis agar investasi tenaga para petugas oranye tidak berakhir sia-sia di tangan pencuri.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸