CIMB Niaga Syariah dan CNN Indonesia Gelar Pameran Islamic Travel Connect di Surabaya
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Industri pariwisata berbasis syariah di Jawa Timur mendapat suntikan kepercayaan baru dengan digelarnya Pameran Islamic Travel Connect di Atrium Utama Royal Plaza, Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan yang diprakarsai oleh CNN Indonesia bekerja sama dengan CIMB Niaga Syariah ini berlangsung dari Kamis (24/9) hingga Minggu (27/9), menjadi panggung utama bagi pelaku bisnis perjalanan ramah Muslim untuk memperluas jangkauan pasarnya.
Pameran ini bukan sekadar eksibisi standar. CIMB Niaga Syariah hadir sebagai katalis finansial, menawarkan solusi perbankan yang selaras dengan prinsip syariah untuk mendukung ekosistem industri halal. Kolaborasi dengan media nasional memastikan visibilitas tinggi, menarik minat tidak hanya masyarakat lokal, tetapi juga investor dan pelaku usaha dari lintas kota yang mencari potensi bisnis di kawasan timur Indonesia.
Pilihan waktu empat hari, dari Kamis hingga Minggu, strategis untuk menangkap dua segmen pasar berbeda. Hari kerja awal menarik para profesional dan pembuat keputusan bisnis, sementara akhir pekan membuka akses seluas-luasnya bagi konsumen umum dan keluarga yang mencari inspirasi perjalanan. Lokasi di Atrium Utama Royal Plaza, sebuah pusat perbelanjaan modern di Surabaya, menjamin kemudahan akses dan foot traffic tinggi selama periode pameran.
Keberadaan media nasional sebagai co-host menambah bobot kredibilitas acara. CNN Indonesia menyediakan platform narasi dan penghubung audiens, sementara CIMB Niaga Syariah membawa dimensi teknis dan finansial. Sinergi ini menciptakan model penyelenggara yang terintegrasi, mengurangi risiko kegagalan acara tunggal yang sering kali hanya bersifat seremonial tanpa dampak ekonomi berkelanjutan bagi pelaku usaha.
Untuk publik dan pelaku industri, akses ke pameran ini adalah pintu masuk untuk memahami tren terkini dalam pembiayaan perjalanan syariah dan inovasi produk wisata. Pameran ini menyediakan ruang dialog langsung antara penyedia layanan, lembaga keuangan, dan pelanggan, mempercepat adopsi praktik bisnis yang transparan dan sesuai dengan nilai-nilai syariah di sektor pariwisata.
Analisis Redaksi
Munculnya kolaborasi lintas sektor antara media, perbankan syariah, dan industri pariwisata menandai matangnya ekosistem halal di Jawa Timur. Fokus pada "connect" menunjukkan pergeseran dari sekadar promosi ke jaringan bisnis yang riil. Investor mulai melihat pariwisata syariah sebagai aset yang layak didanai secara serius, bukan lagi sebagai niche kecil. Dampaknya, standar layanan dan pembiayaan akan cenderung naik karena adanya kompetisi profesional.
Yang perlu diwaspadai adalah keberlanjutan dampak pasca-pameran. Jika hanya berhenti pada event empat hari, tren ini akan cepat meredup. Langkah logis berikutnya harus mengarah pada pembentukan platform digital atau komunitas bisnis yang tetap aktif di luar jam pameran, memastikan hubungan bisnis yang terjalin tetap produktif sepanjang tahun. Kecepatan adaptasi pelaku UMKM lokal menjadi kunci apakah momentum ini akan bertransformasi menjadi pertumbuhan ekonomi riil atau hanya menjadi kenangan sesaat.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

DJP Klarifikasi: GOTO dan Lazada Bukan Pemungut Pajak Digital, Cakupan SPP-TDLN Masih Terbatas

Bahlil Tutup Akses Ekspor Listrik ke Singapura, Perintahkan Danantara Tolak Lobi

Andalkan Empat Segmen Bisnis, Telkom Rebut Target Laba Bersih Rp14,4 T di Kuartal III 2026
