19 Korban KM Virgo Meninggal, 116 Masih Dicari Usai Penyelam Tembus Ruang Penumpang

Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah laki-laki korban KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, sehingga total korban meninggal dunia mencapai 19 orang sementara 116 penumpang lainnya masih dalam pencarian intensif hingga Rabu (23/9).
Korban terbaru ditemukan oleh nelayan pada Selasa (22/9) pukul 15.56 WIB di koordinat 3°33'6.34"S 111°41'33.69"E. Jenazah tersebut segera dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk proses identifikasi. Dengan temuan ini, total korban yang berhasil ditemukan menyentuh angka 127 orang, terdiri dari 108 selamat dan 19 meninggal dunia. Angka ini menyisakan 116 orang yang belum diketahui nasibnya dari total manifest 243 penumpang.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan operasi pencarian tidak akan berhenti. Seluruh kekuatan yang tersedia terus dikerahkan menyusuri laut. "Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban. Setiap informasi dan temuan di lapangan akan kami tindak lanjuti, karena bagi keluarga, setiap korban yang ditemukan adalah harapan untuk mendapatkan kepastian," kata Syafii dalam keterangannya, Rabu.
Gerak cepat tim penyelamat terlihat sejak pagi. KN SAR Pacitan bertolak menuju lokasi kejadian perkara (LKP) pada pukul 06.20 WITA dengan membawa 97 personel. Sebelum keberangkatan, peralatan selam dan satu rubber boat telah dipindahkan dari TB Jaya Dragon untuk memperkuat armada bawah air. Langkah ini krusial setelah pada Selasa kemarin, lima penyelam dari Basarnas dan TNI AL sukses membuka akses masuk ke bagian dalam lambung kapal.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana menjelaskan tim penyelam gabungan sudah memecahkan kaca jendela di beberapa kamar penumpang. Sejumlah korban yang terjebak di dalam kapal bahkan sudah terlihat jelas. Sayangnya, arus laut yang kencang membuat air menjadi keruh. Penyusuran dan evakuasi terpaksa ditunda. Sudayana berharap cuaca membaik pada Rabu agar penyisiran kompartemen, baik kelas ekonomi maupun eksekutif, bisa dieksekusi maksimal. "Saat ini adalah pencarian fokus di bawah permukaan berupa pencarian di area badan kapal. Jadi, kita fokusnya di sana karena memang sudah banyak juga kita dapatkan penumpang-penumpang yang terjebak di dalam kapal, saat ini masih kita fokus di kamar-kamar," tuturnya.
KM Virgo Transport 8 sejatinya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). Kapal pengangkut 243 orang itu dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9) pukul 02.00 Wita akibat cuaca buruk. Pada hari yang sama, bangkai kapal ditemukan mengapung terbalik di perairan Laut Jawa.
Analisis Redaksi
Penemuan jenazah oleh nelayan, bukan oleh armada resmi SAR, menandakan luasnya sebaran korban akibat arus laut yang kuat di perairan Masalembo. Fakta bahwa 116 orang masih hilang setelah sepuluh hari insiden menunjukkan betapa rumitnya medan pencarian. Keberhasilan penyelam menembus kaca kamar penumpang memberikan titik terang, tetapi kondisi air keruh akibat arus kencang menjadi hambatan teknis yang sangat menguji kesabaran dan stamina tim di lapangan.
Fokus evakuasi kini bergeser total ke bawah permukaan. Ini fase paling kritis. Ketika korban sudah terlihat namun tidak bisa langsung diangkat karena visibilitas nol, risiko kegagalan misi meningkat tajam. Harapan terbesar bertumpu pada jeda cuaca. Jika arus melemah dan air menjernih, ruang-ruang sempit di kelas ekonomi maupun eksekutif harus segera disapu bersih sebelum struktur kapal semakin rapuh tergerus air asin.
Pernyataan Kepala Basarnas tentang kepastian bagi keluarga bukan sekadar retorika penghibur. Dalam tragedi maritim berskala ratusan penumpang seperti ini, penantian tanpa kejelasan sering kali lebih menghancurkan daripada kabar duka itu sendiri. Pengiriman 97 personel menggunakan KN SAR Pacitan hari ini membuktikan negara belum menyerah. Namun, waktu terus berjalan melawan peluang bertahan hidup mereka yang masih dinyatakan hilang.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Gencarkan 'Program Senin Kabel', Pemprov DKI Targetkan Turunkan Semua Kabel Udara ke Bawah Tanah dalam 5 Tahun

Kebakaran Jakbar Naik 9,51 Persen, FKDM Digemblar Jadi Garda Depan Penanganan Krisis

Ibu Lansia Dituduh Senggol Mobil Sebelum Tewaskan Pemotor di Kembangan, Polisi Ungkap Kronologi
