20 Pelat Baja JPO Bulungan Hilang Diduga Dicuri, Dinas Bina Marga DKI Tutup Akses Pejalan Kaki

Dua puluh titik pelat baja lenyap dari lantai Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bulungan di Jalan Kyai Maja, Jakarta Selatan. Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta langsung menutup sementara akses pejalan kaki tersebut pada Selasa (22/9) setelah memastikan kerusakan yang diduga kuat akibat aksi vandalisme ini membahayakan keselamatan publik.
"Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, ditemukan sebanyak 20 titik plat baja yang hilang," tulis Dinas Bina Marga DKI Jakarta melalui situs resminya, Selasa (22/9). Laporan resmi itu menjadi dasar penonaktifan operasional JPO Bulungan hingga seluruh komponen yang hilang terpasang kembali dan dinyatakan aman untuk dilewati warga.
Petugas menduga pembongkaran dilakukan secara sistematis pada malam hari menjelang subuh. Waktu gelap menjadi celah bagi pelaku melancarkan aksinya tanpa memicu kecurigaan warga maupun petugas keamanan yang berjaga di sekitar kawasan Jalan Kyai Maja.
Foto dokumentasi lapangan yang dirilis Dinas Bina Marga memperlihatkan kondisi memprihatinkan. Bagian pelat baja di sejumlah anak tangga hilang keseluruhan. Beberapa pelat lain tampak terangkat ke atas di sisi kanan dan kirinya, menyisakan rongga menganga yang siap menelan kaki siapa saja yang nekat melintas.
Jembatan penyeberangan ini sebenarnya baru saja dirampungkan perbaikannya. Pengerjaan terakhir tercatat dilakukan pada akhir 2024. Ruang lingkup revitalisasi saat itu cukup komprehensif, meliputi penggantian seluruh lantai, penggantian atap, hingga pengecatan ulang struktur bangunan.
Tim teknis Dinas Bina Marga bergerak cepat merespons insiden ini. "Perbaikan plat baja pada lantai tangga JPO dijadwalkan mulai dilakukan pada Selasa malam, 22 September 2026, dan ditargetkan selesai pada Rabu, 23 September 2026," jelas Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Target satu malam menunjukkan urgensi mengembalikan fungsi jembatan bagi arus pejalan kaki di jalur protokol tersebut.
Analisis Redaksi
Hilangnya 20 titik pelat baja sekaligus bukan pekerjaan amatir. Membongkar material yang tertanam kuat pada struktur jembatan membutuhkan perkakas berat, tenaga lebih dari satu orang, dan waktu pengerjaan yang tidak singkat. Fakta bahwa aksi ini lolos dari pantauan di jalan protokol ibu kota memunculkan pertanyaan serius soal efektivitas pengawasan infrastruktur publik pada jam-jam rawan.
Revitalisasi menyeluruh yang baru tuntas akhir 2024 membuat peristiwa ini terasa ironis. Anggaran daerah sudah terserap untuk penggantian lantai, atap, dan pengecatan ulang, namun hasilnya kini kembali rusak hanya berselang kurang dari dua tahun. Material baja memiliki nilai jual tinggi di pasar loak, menjadikannya target empuk bagi sindikat pencuri besi yang kerap mengincar fasilitas umum.
Target perbaikan kilat yang ditetapkan selesai pada Rabu, 23 September 2026, patut diapresiasi sebagai langkah darurat. Namun penyelesaian administratif dan teknis semata tidak akan memutus mata rantai vandalisme jika tidak dibarengi pemasangan kamera pemantau tambahan serta patroli rutin. Tanpa perubahan pola pengamanan, jembatan yang baru diperbaiki hari ini berpotensi kembali dibongkar bulan depan.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Gencarkan 'Program Senin Kabel', Pemprov DKI Targetkan Turunkan Semua Kabel Udara ke Bawah Tanah dalam 5 Tahun

Kebakaran Jakbar Naik 9,51 Persen, FKDM Digemblar Jadi Garda Depan Penanganan Krisis

Ibu Lansia Dituduh Senggol Mobil Sebelum Tewaskan Pemotor di Kembangan, Polisi Ungkap Kronologi
