⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Wamendagri Ribka Haluk Sampaikan Duka Cita Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak KKB di Papua Pegunungan

KriminalSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Wamendagri Ribka Haluk Sampaikan Duka Cita Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak KKB di Papua Pegunungan
BAGIKAN:

Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Muliama, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9), memicu duka mendalam dari Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk yang langsung menyuarakan keprihatinan itu saat memimpin Apel Kesadaran ASN di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (21/9). Insiden berdarah tersebut merenggut nyawa pegawai yang sedang menjalankan tugas meninjau program cetak sawah.

"Saya menyampaikan duka cita mendalam terkait penembakan terhadap tiga ASN di Papua Pegunungan," ujar Ribka dalam amanatnya. Ia tidak sekadar membacakan teks seremonial. Wamendagri secara khusus menyoroti ikatan historis antara masyarakat NTT dan Papua yang sudah terjalin puluhan tahun. Banyak warga NTT, menurutnya, telah menjadi bagian sejarah kehidupan masyarakat di Tanah Papua, terutama melalui pengabdian sebagai guru. "Pengabdian tersebut, sangat dihargai dan diingat masyarakat di Papua," tuturnya.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, membeberkan kronologi serangan yang terjadi sekitar pukul 15.53 WIT itu. Rombongan pegawai Dinas Pertanian berjumlah 11 orang tengah dalam perjalanan dari Wamena menuju Muliama untuk meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah ketika KKB melancarkan serangan. Tiga korban tewas adalah Aprida Rapi (49), Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya; Alfonsius Albinus Mehan, dokter hewan Dinas Kesehatan Jayawijaya; serta Willi Mbuik (24), calon Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Detail luka tembak menunjukkan brutalitas serangan terhadap aparat sipil ini. Willi terkena tembakan di pinggang kanan dan meninggal dunia di RSUD Wamena setelah sebelumnya mendapatkan penanganan medis. Aprida mengalami luka tembak di bagian perut dan tewas di lokasi kejadian. Sementara Alfonsius menderita luka tembak pada bagian kepala belakang serta tangan kiri, juga mengembuskan napas terakhir di tempat peristiwa berlangsung.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena merespons tragedi ini dengan imbauan agar persatuan tetap dijaga. "Saya berterima kasih, Ibu Wamen hadir memberikan ketegasan agar kita harus menjaga semangat rasa kebersamaan dan persatuan kita," katanya. Ia mengakui seluruh pihak bersedih atas kejadian di Jayawijaya, namun berharap insiden itu tidak merusak hubungan emosional masyarakat kedua daerah. Gubernur bahkan menitipkan keberadaan warganya yang kini berada di Tanah Papua kepada Wamendagri hingga Pemkab dan Pemkot setempat.

Melkiades menegaskan bahwa stabilitas sosial bukan monopoli birokrasi. "Persatuan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, situasi yang berkembang di daerah mana pun perlu disikapi dengan mengedepankan ketenangan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap kehidupan masyarakat," ucapnya. Di sela-sela duka tersebut, Ribka juga mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT yang menyentuh angka 5,01 persen di tengah tantangan geografis dan topografis, termasuk upaya Pemprov NTT menekan laju inflasi.

Analisis Redaksi

Serangan terhadap rombongan pegawai dinas pertanian yang sedang meninjau program cetak sawah memperlihatkan pergeseran target KKB. Mereka tidak lagi hanya mengincar aparat keamanan, melainkan menyasar simbol kehadiran negara berupa pelayan publik sipil. Pembunuhan seorang kepala bidang peternakan, dokter hewan, dan calon PNS muda merupakan pesan intimidasi terstruktur untuk melumpuhkan roda pemerintahan dasar di wilayah pegunungan.

Fakta bahwa 11 orang bergerak tanpa pengawalan keamanan memadai ke zona rawan seperti Muliama memunculkan pertanyaan serius soal standar prosedur keselamatan bagi ASN di Papua Pegunungan. Program pembangunan, sekuat apa pun niat baiknya, akan selalu menjadi target empuk jika tidak dibarengi kalkulasi risiko keamanan yang matang. Pemerintah pusat dan daerah wajib mengevaluasi ulang mekanisme perlindungan bagi setiap aparatur yang bertugas di lapangan.

Imbauan persatuan dari Wamendagri dan Gubernur NTT menjadi langkah krusial mencegah provokasi antardaerah pasca-tragedi ini. Namun, retorika kedekatan emosional saja tidak cukup menahan amarah publik jika keamanan di Papua terus memburuk. Langkah selanjutnya yang logis adalah audit menyeluruh terhadap rute-rute perjalanan dinas di wilayah konflik, disertai penguatan koordinasi intelijen antara Satgas Operasi Damai Cartenz dan pemerintah kabupaten setempat sebelum program cetak sawah kembali dijalankan.

Meow! Tanya Nesi!
😸