Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Prabowo Umumkan Rencana Produksi Bensin dari Batu Bara untuk Ketahanan Energi

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Prabowo Umumkan Rencana Produksi Bensin dari Batu Bara untuk Ketahanan Energi
BAGIKAN:

Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan rencana strategis pemerintah untuk memproduksi bensin berbahan baku batu bara. Langkah ini merupakan kelanjutan dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan memangkas ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil yang selama ini membebani neraca perdagangan.

Pengumuman tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur, Minggu (20/9/2026). Ia menekankan bahwa inisiatif ini lahir dari hasil riset dan inovasi para akademisi Indonesia, khususnya dari berbagai fakultas teknik di tanah air.

"Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar pintarnya ya, bukan yang profesor tadi itu. Dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit, dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit, dan kita juga nanti akan bikin juga bensin dari batu bara," kutip pernyataan Prabowo.

Rencana diversifikasi energi ini muncul setelah program biodiesel berbasis minyak sawit menunjukkan kinerja positif. Pemerintah mencatat bahwa implementasi solar dengan campuran minyak kelapa sawit hingga 50% atau B50 telah membuahkan hasil nyata berupa kemandirian impor sejak awal bulan ini.

"Kita mulai 1 Juli yang lalu kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang sudah mandiri," tegas Prabowo. Keberhasilan ini menjadi bukti konkret bahwa Indonesia mampu memanfaatkan sumber daya alam domestik untuk memenuhi kebutuhan energi nasional di tengah gejolak global.

Prabowo menilai kemandirian solar merupakan langkah krusial mengingat ketidakpastian geopolitik dunia yang masih membayangi rantai pasok energi. Ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada impor memiliki risiko tinggi karena ketersediaan barang di pasar global tidak selalu terjamin, sekalipun negara pembeli memiliki kemampuan finansial.

"Hari-hari ini solar langka di dunia, kita punya uang pun mungkin tidak ada barangnya. Alhamdulillah, kita sudah bisa produksi solar kita sendiri. Dari mana? Dari kelapa sawit," ujarnya sambil menyoroti urgensi penguatan ketahanan energi berbasis sumber daya dalam negeri.

Analisis Redaksi

Pernyataan Presiden Prabowo menandai pergeseran paradigma kebijakan energi dari sekadar substitusi impor menuju kemandirian penuh berbasis komoditas domestik. Transisi dari keberhasilan B50 ke rencana produksi bensin dari batu bara menunjukkan konsistensi pemerintah dalam memanfaatkan cadangan mineral dan perkebunan yang melimpah sebagai benteng pertahanan ekonomi.

Namun, ambisi mengolah batu bara menjadi bensin memerlukan kajian teknis mendalam terkait efisiensi biaya dan dampak lingkungan. Meskipun teknologi konversi batu bara ke cairan (coal-to-liquid) sudah ada, skalanya harus diperhitungkan agar tidak justru menimbulkan beban baru bagi anggaran negara atau merusak komitmen pengurangan emisi.

Ke depan, publik perlu mencermati roadmap implementasi teknologi ini. Kunci utamanya terletak pada kolaborasi nyata antara pemerintah, industri, dan akademisi yang disebut Prabowo. Tanpa transparansi data produksi dan uji coba yang rigor, rencana ini berpotensi hanya menjadi wacana politik tanpa dampak ekonomis yang signifikan bagi stabilitas harga BBM di tingkat konsumen.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸