Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

IKA Unair Cabang Bangkalan Gembleng 100 Orang Asah Ketajaman Menulis

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

IKA Unair Cabang Bangkalan Gembleng 100 Orang Asah Ketajaman Menulis
BAGIKAN:

Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Cabang Bangkalan menggelar pelatihan menulis yang diikuti sekitar 100 orang untuk mengasah ketajaman mereka dalam merangkai kata. Langkah konkret ini menyasar langsung kebutuhan literasi di tingkat akar rumput, sebuah wilayah yang kerap luput dari jangkauan program kepenulisan berskala besar.

Sekitar seratus peserta berkumpul mengikuti gemblengan intensif tersebut. IKA UNAIR Cabang Bangkalan memposisikan diri bukan sekadar wadah kumpul-kumpul alumni. Mereka turun tangan melatih warga agar mampu menuangkan gagasan secara tajam dan terstruktur melalui tulisan.

Inisiatif ini lahir dari kesadaran bahwa kemampuan menulis tidak boleh lagi menjadi privilese segelintir kalangan. Universitas Airlangga sebagai induk institusi memiliki tanggung jawab moral untuk menyebarluaskan tradisi intelektual ke berbagai daerah, termasuk ke Pulau Madura melalui jaringan alumninya.

Menggembleng seratus orang sekaligus menuntut metode penyampaian yang presisi. Para pelatih harus memastikan materi tentang ketajaman menulis benar-benar terserap oleh peserta dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Ini bukan pekerjaan ringan bagi organisasi alumni di tingkat cabang.

Dampaknya terasa langsung pada ekosistem informasi lokal. Ketika ratusan orang baru terlatih menulis, ruang publik di Bangkalan akan mendapat pasokan perspektif segar. Warga tidak lagi hanya menjadi konsumen berita, melainkan produsen narasi yang mengawal isu-isu di lingkungan mereka sendiri.

Analisis Redaksi

Langkah IKA UNAIR Cabang Bangkalan ini patut dicatat sebagai model intervensi literasi yang tepat sasaran. Organisasi alumni sering kali terjebak pada rutinitas reuni atau penggalangan dana internal. Dengan melatih sekitar 100 orang soal ketajaman menulis, mereka membuktikan bahwa jejaring kampus bisa berfungsi sebagai motor penggerak kapasitas warga sipil di daerah.

Yang perlu diwaspadai adalah keberlanjutan program semacam ini. Pelatihan satu hari atau beberapa sesi tidak otomatis melahirkan penulis tangguh. Tanpa pendampingan lanjutan, antusiasme seratus peserta tersebut berisiko menguap begitu saja setelah acara selesai. Kualitas tulisan membutuhkan jam terbang, bukan sekadar teori singkat di ruang seminar.

Secara logis, langkah selanjutnya yang paling masuk akal adalah pembentukan forum atau kelompok kerja penulisan pascapelatihan. IKA UNAIR Cabang Bangkalan dapat menyediakan platform publikasi rutin agar peserta punya arena mempraktikkan ketajaman menulis yang baru mereka peroleh. Jika mekanisme ini berjalan, dampaknya terhadap kualitas diskursus publik di Bangkalan akan sangat signifikan.

Meow! Tanya Nesi!
😸