Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

DJ Mantan Operator Judi Online di Kamboja Ditangkap Jadi Kurir 100 Pod Getar di Medan

KriminalSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

DJ Mantan Operator Judi Online di Kamboja Ditangkap Jadi Kurir 100 Pod Getar di Medan
BAGIKAN:

Personel Satresnarkoba Polrestabes Medan meringkus RM (33), seorang disc jockey yang beralih profesi menjadi kurir narkoba, tepat di gerbang sebuah perumahan mewah di Jalan Asrama, kawasan Medan Sunggal. Pria yang berdomisili di Jalan Sei Batang Hari ini tertangkap tangan membawa 100 pcs vape narkoba atau pod getar setelah polisi membuntuti gerakannya dari sebuah warung tempat ia melakukan transaksi.

Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, menjelaskan penangkapan pada Minggu (20/9/2026) itu berawal dari informasi warga soal peredaran narkotika jenis baru di perumahan elit tersebut. Petugas Unit 1 Satresnarkoba langsung bergerak melakukan penyelidikan lapangan. RM sempat memacu sepeda motornya untuk kabur saat menyadari kehadiran aparat, namun upaya pelarian itu kandas di ujung gerbang kompleks.

"Kita mendapatkan informasi bahwa RM ini melakukan transaksi narkoba di sebuah warung di dalam perumahan mewah kawasan Medan Sunggal," ujar Rafli. Barang bukti yang disita cukup spesifik dan terbagi dalam dua merek berbeda. Polisi menemukan total 100 pcs pod getar yang disembunyikan di dalam sebuah plastik, terdiri dari 60 pcs bermerek Batman dan 40 pcs bermerek Yakuza. "Ada dua merek berbeda yang kami sita dari pelaku, 60 pcs merek Batman dan 40 pcs merek Yakuza," kata Rafli.

Latar belakang RM menambah rumit profil kasus ini. Ia baru saja pulang dari Kamboja usai bekerja sebagai operator judi online. Dari hasil pemeriksaan awal, pria berusia 33 tahun itu sudah dua bulan terakhir terlibat praktik jual beli pod getar dengan status sebagai kurir. Motifnya murni ekonomi. Ia tergiur upah jutaan rupiah yang dijanjikan jaringan pengedar jika berhasil mengantarkan 100 pcs pod getar sampai ke tangan pembeli. "Pengakuan awal, pelaku baru kali ini menjadi kurir. Pelaku, tergiur upah yang dijanjikan," ungkap Rafli.

Penangkapan RM tidak berhenti di satu titik. Polisi langsung melakukan pengembangan dan meringkus FS (36), warga Jalan Gaperta, Kecamatan Medan Helvetia, di kawasan Jalan Setia Budi, Kecamatan Medan Sunggal. Peran FS sangat vital dalam rantai distribusi ini. Ia bertindak sebagai perantara sekaligus pengumpul uang hasil penjualan narkoba yang dibawa RM. "Setelah menangkap RM, kami lakukan pengembangan dengan menangkap satu pelaku lagi. Pelaku kedua ini, turut membantu pelaku pertama dalam mengantarkan narkoba, dan berperan sebagai perantara serta pengemul uang hasil penjualan narkoba," terang Rafli.

Jaringan ini belum sepenuhnya runtuh. Dua nama lain kini masuk daftar buruan prioritas kepolisian, yakni ER dan U. Keduanya diyakini sebagai pemasok utama yang menyetok pod getar kepada RM dan FS. Identitas mereka sudah dikantongi petugas. "Ada dua pelaku yang sedang kami kejar yakni ER dan U, keduanya merupakan pemasok. Kami pastikan, pelaku akan kami tangkap," bebernya. Keberadaan 100 pcs pod getar yang beredar lewat jalur kurir seperti RM tentu menjadi ancaman nyata bagi masyarakat, mengingat modus penggunaannya menyerupai rokok elektrik biasa yang mudah lolos dari pengawasan visual sehari-hari.

Analisis Redaksi

Pergeseran profesi RM dari operator judi online di Kamboja menjadi kurir pod getar di Medan memperlihatkan pola mobilitas tenaga kerja kejahatan lintas negara yang makin cair. Orang-orang yang terpapar ekosistem kriminal di luar negeri kerap membawa pulang jaringan atau setidaknya keberanian untuk mengeksekusi tindak pidana serupa di wilayah asalnya. Ini bukan sekadar masalah individu yang tergiur upah jutaan rupiah, melainkan indikasi kuat adanya perekrutan sistematis terhadap pekerja migran ilegal yang kembali ke Indonesia tanpa pengawasan memadai.

Penggunaan perumahan mewah di Medan Sunggal sebagai titik transaksi juga patut digarisbawahi. Sindikat narkoba sengaja memilih lokasi yang secara sosial dianggap aman dan jarang dicurigai untuk mengelabui patroli rutin kepolisian. Modus pengiriman memakai kurir lepas seperti RM, ditambah peran pengumpul uang yang terpisah pada sosok FS, menunjukkan struktur sel terputus yang dirancang agar pimpinan jaringan tetap bersih ketika kurir lapis bawah tertangkap.

Pengejaran terhadap ER dan U sebagai pemasok akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Satresnarkoba Polrestabes Medan. Jika kedua pemasok ini hanya level menengah, maka barang bukti 100 pcs pod getar bermerek Batman dan Yakuza hanyalah puncak gunung es. Aparat perlu menelusuri apakah jalur distribusi dari Kamboja masih aktif memasok narkoba sintetis jenis ini ke kota-kota besar lain di Sumatera Utara melalui celah yang sama.

BERITA TERKAIT (Kriminal)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ