Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Harga Bitcoin Tembus US$76.442 Usai The Fed Naikkan Suku Bunga, Ini Syarat Masuk bagi Pemula

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Harga Bitcoin Tembus US$76.442 Usai The Fed Naikkan Suku Bunga, Ini Syarat Masuk bagi Pemula
BAGIKAN:

Kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) pada Rabu (16/9) justru mendorong penguatan harga Bitcoin ke kisaran US$76.442 atau setara Rp1,35 miliar dengan asumsi kurs Rp17.749 per dolar AS pada Kamis (17/9) sekitar pukul 12.06 WIB.

Data yang mengutip detikfinance menunjukkan harga aset kripto terbesar itu naik 1,05 persen dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasarnya tercatat sekitar US$1,53 triliun dengan volume perdagangan mencapai US$30,34 miliar. Jumlah Bitcoin yang beredar kini berada di angka 20,08 juta BTC dari batas maksimum pasokan yang hanya 21 juta BTC.

Pergerakan ini memicu pertanyaan krusial di kalangan investor pemula: apakah masih ada ruang untuk masuk saat harga sudah melambung tinggi? Perencana Keuangan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Aidil Akbar Madjid menegaskan bahwa investor pemula tetap bisa mulai berinvestasi meski harga sudah naik. Ia mengingatkan agar mereka tidak mencoba menebak waktu terbaik masuk pasar. "Masih bisa masuk, tapi untuk pemula jangan timing the market, masalahnya kita tidak tahu kapan koreksi akan terjadi. Masuk secara bertahap saja, dan jangan FOMO," ujar Aidil kepada CNNIndonesia.com, Jumat (18/9).

Aidil menyarankan penggunaan metode dollar cost averaging (DCA), yakni membeli aset secara bertahap dalam jumlah dan periode tertentu. Ia menekankan pentingnya cadangan karena harga kripto bisa anjlok lebih dari 70 persen dari posisi all time high sebelumnya. "FOMO ini musuh nomor satu bagi pemula di kripto. Drawdown harus kuat secara finansial dan psikologis ketika harga dibanting," katanya. Sebagai ilustrasi, jika alokasi Bitcoin sebesar 5 persen dari total portofolio dan harganya turun 70 persen, dampak terhadap keseluruhan portofolio hanya sekitar 3,5 persen. Alokasi ideal menurut profil risiko adalah 3 persen untuk konservatif, 5 persen untuk moderat, dan 10 persen untuk agresif.

Sebelum menyentuh aset kripto, fondasi keuangan pribadi wajib dipastikan sehat. Aidil menetapkan syarat mutlak: arus kas tidak minus, dana darurat terpenuhi sesuai jumlah tanggungan (tiga bulan untuk lajang, enam bulan untuk satu tanggungan, 12 bulan untuk dua atau lebih tanggungan), serta bebas utang konsumtif berbunga tinggi. Senada dengan itu, Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho menyarankan analisis teknikal untuk membaca tren harga. Andy membolehkan alokasi hingga maksimal 30 persen dari total aset investasi bagi pemula, namun mewanti-wanti agar uang yang digunakan murni uang dingin, bukan hasil berutang. "Yang penting tetap enak makan dan enak tidur meskipun harga kripto yang dibelinya sedang turun," tegas Andy.

Analisis Redaksi

Respons positif Bitcoin terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada Rabu (16/9) memperlihatkan anomali menarik dari pola historis yang biasanya menekan aset berisiko saat likuiditas global mengetat. Penguatan ke level US$76.442 ini mengindikasikan bahwa narasi kelangkaan pasokan—dengan 20,08 juta BTC yang sudah beredar dari batas 21 juta BTC—mulai mendominasi kalkulasi pasar ketimbang sekadar sensitivitas terhadap kebijakan moneter. Investor tampaknya memperlakukan Bitcoin sebagai lindung nilai alternatif, bukan lagi sekadar instrumen spekulatif jangka pendek.

Bagi investor ritel Indonesia, lonjakan harga ini membawa godaan besar sekaligus jebakan fatal. Peringatan Aidil Akbar Madjid soal potensi penurunan hingga 70 persen dari puncak bukanlah skenario teoretis, melainkan rekam jejak nyata pasar kripto selama dua dekade terakhir. Tanpa disiplin DCA dan pembatasan porsi portofolio maksimal 5-10 persen bagi profil moderat-agresif, investor pemula sangat rentan mengalami kerugian permanen, terutama jika menggunakan dana kebutuhan sehari-hari atau utang seperti yang dikhawatirkan Andy Nugroho.

Langkah paling rasional saat ini adalah menahan diri dari euforia. Mereka yang belum memiliki dana darurat minimal tiga hingga 12 bulan sesuai jumlah tanggungan sebaiknya menunda niat masuk pasar. Volatilitas ekstrem menuntut kesiapan mental dan finansial yang sama kerasnya. Membeli Bitcoin di harga tinggi tanpa fondasi keuangan yang kokoh hanya akan mengubah instrumen investasi menjadi beban psikologis yang menggerus kewarasan.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸