Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Wamenhan Korut Kim Kang Il Tegaskan Status Nuklir Tak Terbantahkan

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Wamenhan Korut Kim Kang Il Tegaskan Status Nuklir Tak Terbantahkan
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Wakil Menteri Pertahanan Korea Utara Letnan Jenderal Kim Kang Il menegaskan status nuklir negara tersebut tidak dapat diganggu, mengirim sinyal tegas tengah ketegangan Peninsula Korea yang memanas.
  • Foto yang dirilis menunjukkan Kim berdiri berdampingan dengan pejabat tinggi Rusia, memperkuat narasi kerja sama strategis kedua negara.
  • Dalam sambutannya, Kim menegaskan kemampuan nuklir Pyongyang bukan sekadar jaminan keamanan, melainkan "kekuatan absolut" yang tidak akan ditawarakan dalam diplomasi manapun.

Wakil Menteri Pertahanan Korea Utara Letnan Jenderal Kim Kang Il menegaskan status nuklir negara tersebut tidak dapat diganggu, mengirim sinyal tegas tengah ketegangan Peninsula Korea yang memanas.

Pernyataan itu disampaikan Kim Kang Il dalam pertemuan dengan delegasi militer Rusia di Pyongyang, Rabu (18/9/2026), sebagaimana tercatat dalam dokumentasi resmi Kementerian Pertahanan Korea Utara yang didistribusikan Antara. Foto yang dirilis menunjukkan Kim berdiri berdampingan dengan pejabat tinggi Rusia, memperkuat narasi kerja sama strategis kedua negara.

Dalam sambutannya, Kim menegaskan kemampuan nuklir Pyongyang bukan sekadar jaminan keamanan, melainkan "kekuatan absolut" yang tidak akan ditawarakan dalam diplomasi manapun. Tegasan itu datang berbulan-bulan setelah Korea Utara menguji peluncur rudal balistik antarbenua (ICBM) terbarunya, Hwasong-19, akhir tahun lalu.

Kunjungan delegasi Rusia kali ini mengikuti kesepakatan kerja sama pertahanan komprehensif yang ditandatangani Kim Jong Un dan Vladimir Putin pada Juni 2024. Analis militer memperkirakan pertemuan tingkat tinggi ini membahas transfer teknologi sensitif, meski tidak ada pihak yang mengonfirmasi detail teknis secara resmi.

Seul dan Washington merespons dengan memperkuat pos siaga gabungan. Komando Militer Korea Selatan (JCS) mencatat peningkatan aktivitas personel di fasilitas nuklir Yongbyon dan Sohae, mengindikasikan persiapan operasional berkelanjutan yang mengkhawatirkan stabilitas regional.

Analisis Redaksi

Tegasan Kim Kang Il menggeser paradigma ancaman dari retorik menjadi realitas operasional yang terukur. Ketika pejabat nomor dua Kementerian Pertahanan โ€” bukan politisi parti โ€” yang bicara soal "status nuklir tidak dapat diganggu", pesannya ditujukan ke ruang pertimbangan militer lawan, bukan hanya opini publik. Ini menandakan doktrin nuklir Korea Utara telah beralih ke postur *first-use* yang lebih eksplisit, di mana ambang batas penggunaan senjata nuklir diturunkan dari "ancaman eksistensial" ke "ancaman kedaulatan".

Kolaborasi dengan Rusia menjadi *force multiplier* yang mengubah perhitungan biaya bagi AS dan sekutunya. Jika transfer teknologi rudal hipersonik atau sistem kendali re-entry benar-benar terjadi, kemampuan *second-strike* Pyongyang menjadi kredibel. Langkah logis selanjutnya yang harus diwaspadai adalah uji coba rudal balistik bertenaga nuklir (live nuclear test) di Laut Timur atau Pasifik โ€” bukan lagi di bawah gunung โ€” untuk membuktikan kesiapan penyerahan senjata. Bagi Indonesia dan ASEAN, eskalasi ini memaksa pembahasan kerangka keamanan regional yang selama ini terlalu bergantung pada *status quo* AS-Tiongkok.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ