⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Haji Isam Borong 30% Saham Bayan Resources melalui PT Jhonlin Baratama

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Haji Isam Borong 30% Saham Bayan Resources melalui PT Jhonlin Baratama
BAGIKAN:

Haji Isam, atau Andi Syamsuddin Arsyad, resmi memborong 10.000.000.500 lembar saham Bayan Resources (BYAN) senilai 30 persen total saham perusahaan tambang batu bara itu melalui PT Jhonlin Baratama.

Transaksi korporasi ini tercatat dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat yang ditandatangani pada Rabu, 16 September 2026, oleh pendiri Low Tuck Kwong bersama putrinya Elaine Low. Manajemen Bayan mengonfirmasi pengalihan 10.000.000.500 saham biasa pada keterbukaan informasi BEI tanggal 17 September 2026, dengan catatan penyelesaian bergantung pada pemenuhan beberapa kondisi pendahuluan.

PT Jhonlin Baratama, perusahaan kontraktor dan penyedia jasa pertambangan batu bara milik Haji Isam, berdiri sejak 2003 dan menjadi pilar utama Jhonlin Group. Meskipun grup ini mengoperasikan beragam usaha, hanya PT Jhonlin Agro Raya (JARR) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan kepemilikan 84,64 persen per Agustus 2026.

Selain saham Bayan, Haji Isam menguasai mayoritas saham Pradiksi Gunatama melalui entitas keluarga PT Araya Agro Lestari (38,44 persen) dan PT Citra Agro Raya (38,25 persen), total kepemilikan lebih dari 85 persen per Agustus 2026. Ia juga memegang 21,12 persen saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) sebagai pemegang saham minoritas signifikan, serta mengendalikan 76,91 persen saham TEBE melalui PT Dua Samudera Perkasa per September 2026.

Pembelian 30 persen saham Bayan memperkuat posisi Haji Isam sebagai pemain utama di sektor pertambangan batu bara Indonesia. Dengan kepemilikan yang kini meliputi lebih dari satu pertiga saham perusahaan, ia berpotensi memengaruhi kebijakan operasional, strategi ekspansi, dan keputusan keuangan Bayan, yang dapat menimbulkan volatilitas harga saham di pasar.

Analisis Redaksi

Aksi korporasi ini menandai langkah ambisius Haji Isam dalam memperluas eksposurnya ke sektor energi berbasis batu bara, yang masih menjadi kontributor signifikan bagi PDB nasional. Pengalihan saham melalui Jhonlin Baratama menegaskan strategi integrasi vertikal, menghubungkan layanan kontraktor dengan kepemilikan tambang.

Pihak investor dan regulator perlu memantau apakah akuisisi ini akan memicu konsolidasi lebih lanjut di industri tambang, terutama mengingat tekanan global terhadap transisi energi bersih. Jika Haji Isam mengoptimalkan sinergi operasional, nilai pasar Bayan dapat terangkat; sebaliknya, ketergantungan pada satu pemegang saham besar dapat meningkatkan risiko tata kelola.

Langkah selanjutnya yang logis adalah pengajuan rencana bisnis baru oleh manajemen Bayan, yang harus mencakup komitmen keberlanjutan dan transparansi produksi. Pengawasan OJK dan BEI akan menjadi kunci untuk memastikan akuisisi tidak mengorbankan kepentingan pemegang saham minoritas.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸