Rosan Janji Temui Suahasil Bahas Dividen Rp120 T, Menkeu Diam Saat Dikonfirmasi

Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani menegaskan akan segera menemui Menteri Keuangan Suahasil Nazara untuk membahas rencana setoran dividen Rp120 triliun ke kas negara yang sempat menggantung pasca pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa.
"Kita ada beberapa hal yang nanti kami duduk dengan Prof Suahasil ya. Semua kan akan kita diskusikan. Rencananya juga akan segera bertemu," ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (16/9). Pria yang sekaligus menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi itu menilai komunikasi dengan Suahasil "sangat-sangat baik" dan yakin akan tercapai solusi terbaik.
Berbeda dengan Rosan yang terbuka, Suahasil memilih menelan pertanyaan awak media soal kelanjutan rencana setoran tersebut. Lulusan Universitas Indonesia itu tidak merespons ketika dikonfirmasi di lokasi yang sama, membiarkan keputusan tersimpan di meja kerjanya.
Rencana dividen Rp120 triliun itu sendiri mencuat pada akhir Agustus lalu, saat Purbaya masih menduduki kursi Menkeu periode 2025-2026. Kala itu ia memastikan nominal tersebut sudah diputuskan Presiden Prabowo Subianto dan akan dicatat sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) lainnya. "Udah dibahas, udah dipastikan, tinggal ditentuin kapan dia mau ngirim, itu aja," tegas Purbaya di Kemenkeu, Jumat (28/8).
Ironisnya, Purbaya sendiri pernah mengungkapkan keberatan datang dari sisi Danantara terhadap rencana pengembalian sebagian dividen sebagai cadangan APBN itu. Pencopotan Purbaya oleh Presiden Prabowo membuat nasib rencana itu tersangkut, hingga Rosan kini bergerak memastikan pertemuan dengan Menkeu baru.
Analisis Redaksi
Kediaman Suahasil di hadapan media kontras dengan antusias Rosan yang hendak "segera bertemu". Dalam praktik birokrasi, keheningan Menkeu sering kali menandakan dua kemungkinan: memang belum ada keputusan teknis yang matang, atau ada pertimbangan politik yang belum waktunya dibuka. Nominal Rp120 triliun bukan angka kecil โ setara dengan 1,5 persen PDB atau separuh anggaran subsidi energi tahunan โ sehingga penetapan statusnya sebagai PNBP Lainnya akan menentukan fleksibilitas APBN 2025.
Posisi Rosan yang ganda โ CEO Danantara sekaligus Meninvest โ menciptakan dinamika unik. Dia bernegosiasi dengan atasan sendiri (Menkeu) atas nama entitas yang dia pimpin. Keberatan Danantara yang pernah Purbaya sebutkan kemungkinan besar soal arus kas dan kebutuhan reinvestasi portofolio. Jika Suahasil memaksa setoran penuh tanpa mekanisme compensasi, risiko likuiditas Danantara nyata. Langkah logis berikutnya: ditunggu hasil pertemuan dua pejabat itu, serta apakah Presiden akan mengeluarkan keputusan tertulis (Kepres/Inpres) yang mengikat kedua belah pihak.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

KKP Targetkan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih dan 4.582 Kapal untuk Dongkrak Kesejahteraan hingga 2029

Sinar Mas dan Salim Group Buka Suara: Boss Sawit Diklarifikasi di Singapura terkait Karhutla

Pendapatan Telkom Tembus Rp113,5 Triliun, Transformasi TLKM 30 Dorong Pertumbuhan Digital
