Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Kebakaran TPS Liar Alam Sutera: Armada Damkar Terhambat E-Tol di Pintu Tol Jakarta-Merak

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Kebakaran TPS Liar Alam Sutera: Armada Damkar Terhambat E-Tol di Pintu Tol Jakarta-Merak
BAGIKAN:

Api membelah gelap dini hari Kamis (17/9) di sebuah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar di kawasan Alam Sutera, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, tepatnya berdekatan Jalan Tol Jakarta-Merak, memaksa puluhan personel Damkar berjuang memadamkan kobaran yang merambat seluas 500 meter.

Upaya pemadaman justru tersandung di pintu tol. Dua unit mobil tanki air bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) ditahan petugas tol karena tidak membawa kartu e-tol, padahal posko membutuhkan suplai air mendesak untuk mengatasi kepulan asap hitam yang mulai mengganggu keterlihatan pengendara di jalur tol.

"Kita butuh suplai air, tapi dua unit tanking air perbantuan dari LH tidak boleh masuk pintu tol karena tidak ada e-tol, sementara kondisi kita darurat," ujar Roni Kris, Komandan Regu (Danru) Pos Pinang, yang di lokasi lebih dikenal sebagai Robi, dengan nada geram saat ditemui jurnalis CNN Indonesia di TKP.

Lokasi kebakaran memang sulit dijangkau. Akses satu-satunya hanyalah jalan setapak sempit, memaksa armada pemadam kebakaran harus memasuki area melalui jalan tol. Selama 2,5 jam personel berusaha menguasai api yang diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah warga di TPS liar tersebut sebelum merembet ke area luas.

Dalam operasi yang melibatkan enam unit armada, pihak Damkar mengimbau warga menghentikan kebiasaan membakar sampah di TPS liar. Simultannya, Roni Kris juga mengharapkan pengelola jalan tol mempersiapkan protokol akses darurat yang lebih fleksibel agar kendaraan pertolongan tidak lagi terjebak di gerbang tol saat detik-detik menentukan nyawa dan aset.

Analisis Redaksi

Insiden ini memperlihatkan bentrokan kasar antara prosedur administrasi ketat sistem e-tol dan realitas darurat di lapangan. Ketika asap hitam menutupi jalur arteri utama Jakarta-Merak, keputusan petugas tol menahan tanki air demi kekurangan kartu elektronik bukan sekadar kesalahan prosedural, melainkan kegagalan manajemen risiko yang berpotensi fatal. TPS liar yang terbakar sendiri adalah luka lama tata kelola sampah di pinggiran metropolitan yang selama ini diabaikan hingga menjadi bom waktu.

Ke depan, langkah logis yang harus diambil bukan sekadar imbauan. Pemerintah Kota Tangerang perlu segera menutup dan merehabilitasi TPS liar itu, sementara pengelola jalan tol wajib menetapkan SOP darurat standar โ€” seperti gerbang terbuka otomatis atau kunci darurat untuk armada Damkar โ€” yang berlaku 24 jam tanpa negoisasi. Tanpa perbaikan sistemik ini, kebakaran lain di titik rawan serupa hanya soal waktu, dan pintu tol bisa saja kembali tertutup saat nyawa terancam.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ