Selasa, 3 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Houthi Klaim Saudi Serang 50 Kali Sehari, Blokade Laut Merah Digulirkan

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Indonesia
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Houthi Klaim Saudi Serang 50 Kali Sehari, Blokade Laut Merah Digulirkan
BAGIKAN:

Kelompok Houthi mengklaim Arab Saudi melancarkan lebih dari 50 serangan udara ke posisi mereka di Yaman hanya dalam 24 jam terakhir, mengakhiri ketenangan relatif yang bertahan sejak gencatan senjata 2022 sekaligus memperkeras tekanan dengan pemblokiran jalur laut strategis di Laut Merah.

Rekaman yang dirilis Kantor Media Ansar Allah, Selasa (16/9/2026), memperlihatkan pertempuran sengit di Provinsi Jawf Timur antara pejuang Houthi dan pasukan yang didukung Riyadh. Televisi Almasirah, lengan media kelompok itu, melaporkan penerbangan Saudi melancarkan dua serangan di Saada, basis pertahanan utama gerakan pemberontak ini.

Total serangan yang dilaporkan Houthi telah melebihi 100 kali sejak Selasa pekan lalu. Hingga berita ini disiarkan, Riyadh belum mengeluarkan konfirmasi maupun bantahan resmi atas tuduhan skala besar tersebut.

Serangan Saudi hingga saat ini difokuskan pada garis depan pertempuran untuk mendukung pasukan pemerintah Yaman, tanpa menyasar pusat kekuatan utama termasuk ibu kota Sanaa. Pola ini menandakan kalkulasi militer yang terbatas, berbeda dengan intensitas perang skala penuh tahun-tahun sebelumnya.

Ekspansi konfrontasi ke domain maritim menambah ketegangan regional. Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi dan menargetkan kapal-kapal Saudi di Laut Merah, jalur vital bagi ekonomi global dan pasokan energi.

Kebangkitan konflik ini mengancam stabilitas harga minyak dan rantai pasok internasional yang baru pulih dari gejolak pandemi dan perang Ukraina. Pelaku pasar energi kini mengawasi perkembangan di Selat Bab el-Mandeb dengan kecemasan yang terasa.

Analisis Redaksi

Klaim Houthi tentang intensitas serangan 50 kali sehari โ€” jika terverifikasi โ€” menunjukkan pergeseran fundamental dari 'manajemen konflik' ke 'eskalasi terkontrol' oleh Saudi. Diamnya Riyadh bisa jadi strategi menghindari perang media, namun juga berisiko menciptakan ruang kekosongan informasi yang diisi narasi Houthi sepenuhnya. Blokade Laut Merah adalah kartu tekan paling berbahaya: ia mengubah konflik bilateral Yaman jadi ancaman keamanan maritim internasional, memaksa campur tangan Barat yang selama ini enggan terlibat langsung.

Yang perlu diwaspadai adalah keputusan Saudi apakah akan menjawab eskalasi maritim dengan operasi militer laut yang lebih masif, atau memilih jalur diplomasi tertutup via Oman. Bagi Indonesia, kenaikan premi asuransi war risk di Laut Merah akan langsung mengikis margin impor energi dan logistik. Langkah logis selanjutnya: pertemuan darurat PBB atau Quint Group (AS, UK, Prancis, Jerman, Italia) untuk mencegah kebocoran konflik ke Selat Hormuz โ€” skenario terburuk yang belum terbayang harganya bagi pasar energi dunia.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ