⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

CNBC Indonesia Bedah Peta Konsumsi Energi: Negara Berkembang Dorong Permintaan Global

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Indonesia
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

CNBC Indonesia Bedah Peta Konsumsi Energi: Negara Berkembang Dorong Permintaan Global
BAGIKAN:

CNBC Indonesia melalui program unggulannya Profit mengupas pergeseran peta konsumsi energi dunia yang menempatkan negara berkembang sebagai motor utama pertumbuhan permintaan global, Kamis (17/9/2026). Tayangan tersebut menegaskan bahwa pergerakan harga komoditas global kini tak terpisahkan dari dinamika penyerapan energi di blok ekonomi tersebut.

Dalam segmen yang disiarkan hari ini, stasiun televisi berbasis di Jakarta itu menyoroti China sebagai pemain terbesar yang konsumsi energinya jadi acuan pasar. Negeri Tirai Bambu itu dipandang menentukan arah angin bagi seluruh rantai pasokan komoditas, mulai dari batu bara, minyak, hingga logam transisi energi.

Latar belakang pembahasan ini adalah ketidakpastian makroekonomi yang masih melanda sejumlah ekonomi besar. Ketika negara maju menunjukkan tanda-tanda pelekatan permintaan atau bahkan penurunan akibat efisiensi dan transisi hijau, justru ekonomi berkembang yang menggerakkan roda konsumsi primer dunia.

Pendalaman dalam siaran Profit menyinggung seberapa besar kapasitas penyerapan China saat ini. Pertanyaan itu krusial karena data historis menunjukkan fluktuasi aktivitas manufaktur dan properti di negara itu sering memicu gelombang kejut harga di bursa komoditas internasional, termasuk di Bursa Berjangka Jakarta.

Bagi pelaku pasar dan pembuat kebijakan di dalam negeri, analisis ini bukan sekadar teoretis. Indonesia sebagai eksportir utama batubara, CPO, nikel, dan LNG berdiri di garis depan dampak langsung dari naik turunnya nafsu beli energi Beijing. Setiap persentase perubahan konsumsi China berkorelasi langsung dengan neraca perdagangan dan penerimaan devisa negara.

Analisis Redaksi

Fokus CNBC Indonesia pada narasi "negara berkembang jadi motor utama" menandai kesadaran media bisnis nasional bahwa sentrisi daya beli energi sudah bergeser permanen dari OECD ke Non-OECD. Ini bukan siklus sementara, melainkan perubahan struktural yang memaksa eksportir komoditas seperti Indonesia menghadapi realitas baru: diversifikasi pasar bukan lagi pilihan, tapi keharusan kelangsungan hidup.

Yang perlu diwaspadai adalah ketergantungan narasi pasar pada satu variabel: China. Jika Peking berhasil melaksanakan transisi ke ekonomi berbasis konsumsi domestik dan jasa sambil menurunkan intensitas energi per unit GDP, maka "motor utama" itu bisa tiba-tiba melambat. Langkah logis selanjutnya bagi Indonesia adalah mempercepat hilirisasi dan mengunci kontrak jangka panjang dengan mitra baru di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika sebelum permintaan China mencapai puncak dan mundur.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸