Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Australia Larang Mahasiswa Asing Boyong Keluarga, Target Migrasi Turun Jadi 225 Ribu

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Australia Larang Mahasiswa Asing Boyong Keluarga, Target Migrasi Turun Jadi 225 Ribu
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Burke menekankan pembedaan tegas โ€” visa sementara untuk kedatangan sementara, visa permanen untuk yang bermaksud tinggal lama, dan siapa pun yang visa-nya habis wajib pulang.
  • Sektor pendidikan yang menyumbang A$53,6 miliar (US$38 miliar) hingga Juni 2025 โ€” ekspor terbesar keempat Australia โ€” kini jadi sasaran utama pengendalian migrasi oleh pemerintahan Partai Buruh kiri tengah.
  • Empat tahun terakhir biaya visa pelajar melonjak hampir 300 persen jadi A$2.500, disertai ketatnya syarat bahasa Inggris dan bukti dana minimum bagi calon pascasarjana.

Pemerintah Australia akan melarang sebagian besar mahasiswa internasional membawa pasangan dan anak-anak serta memperketat aturan Working Holiday Visa (WHV) dalam paket kebijakan migrasi baru yang diumumkan Menteri Dalam Negeri Tony Burke, Rabu (18/12), guna menekan migrasi bersih dari 300 ribu menjadi 225 ribu orang per 2028.

Perubahan paling tajam menyentuh visa pelajar: pemohon kedua tidak lagi diizinkan pada sebagian besar kategori, kecuali bagi mahasiswa dari negara-negara Kepulauan Pasifik dan Asia Tenggara yang tetap boleh diboncengi keluarga. Burke menekankan pembedaan tegas โ€” visa sementara untuk kedatangan sementara, visa permanen untuk yang bermaksud tinggal lama, dan siapa pun yang visa-nya habis wajib pulang.

Sektor pendidikan yang menyumbang A$53,6 miliar (US$38 miliar) hingga Juni 2025 โ€” ekspor terbesar keempat Australia โ€” kini jadi sasaran utama pengendalian migrasi oleh pemerintahan Partai Buruh kiri tengah. Empat tahun terakhir biaya visa pelajar melonjak hampir 300 persen jadi A$2.500, disertai ketatnya syarat bahasa Inggris dan bukti dana minimum bagi calon pascasarjana.

Di sisi WHV, Canberra memperkenalkan sistem undian untuk perpanjangan visa backpacker dan menanam klausa "tidak diperbolehkan tinggal lebih lanjut" pada seluruh visa kunjungan. Langkah itu dirancang mencegah praktik *visa hopping* โ€” pemegang visa tinggal sambil mengajukan kategori baru seperti visa pasangan. Sebagai pelengkap, 100 petugas kepatuhan tambahan akan direkrut dan fasilitas karantina era pandemi di Melbourne dievaluasi jadi tempat penampungan tahanan imigrasi.

Burke menepis tuduhan kebijakan ini responsi terhadap tekanan Partai One Nation kanan yang mengusung potongan migran sementara 750 ribu dalam tiga tahun demi memberi warga "ruang bernapas". "Sama sekali salah jika menduga ini pekerjaan baru untuk mengatasi iklim politik," tegasnya. Biaya hidup dan imigrasi memang konsisten menduduki kekhawatiran utama pemilih dalam jajak pendapat terbaru.

Analisis Redaksi

Paket kebijakan ini menandai pergeseran fundamental: Australia tidak lagi memandang migrasi sementara semata sebagai katup pengaman tekanan pasar tenaga kerja, melainkan sebagai variabel makro yang harus direkayasa turun. Target 225 ribu migrasi bersih 2028 berarti pemotongan 25 persen dari posisi saat ini โ€” angka yang hanya realistis jika aliran mahasiswa dan WHV, dua kontributor terbesar migrasi bersih neto, benar-benar dipangkas drastis.

Risiko ekonomi terselip di balik angka-angka itu. Pendidikan internasional bukan hanya soal A$53,6 miliar devisa; ia menopang universitas, pasar properti sewa, ritel, hingga rumah sakit di kota-kota besar. Pengecualian negara Pasifik dan Asia Tenggara mengisyaratkan Canberra tetap ingin menjaga diplomasi keamanan regional, tapi efek *chilling* pada calon mahasiswa India, China, dan Nepal โ€” pasar terbesar โ€” sudah terasa sejak kenaikan biaya visa 300 persen empat tahun lalu.

Langkah selanjutnya yang logis: pemantauan ketat pada *visa hopping* via klausa "no further stay" akan memaksa migran sementara memilih โ€” pulang atau ajukan visa permanen dari luar negeri. Jika *compliance* naik tapi permohonan visa pelajar anjlok dua digit, tekanan pada anggaran universitas dan tenaga kerja *hospitality* akan memaksa Canberra meninjau ulang kuota atau mengeluarkan *skilled occupation list* yang lebih longgar. Perangkat pengawas 100 orang dan fasilitas penahanan Melbourne jadi indikator: enforcements akan lebih keras, bukan lebih lunak.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ