Puji Rute Baru LRT, Presiden Prabowo Subianto Akui Pramono Anung Sebagai Gubernur Hebat
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan pujian terbuka terhadap kinerja Gubernur Jakarta Pramono Anung saat meresmikan rute baru LRT Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Rabu (16/9).
- Dalam sambutannya, kepala negara secara gamblang mengakui kapasitas Pramono dalam memimpin Jakarta meskipun keduanya berada di barisan politik yang berseberangan pada kontestasi politik terakhir.
- Prabowo menegaskan bahwa pengakuan terhadap prestasi seorang pemimpin tidak boleh terhambat oleh sekat partisan yang sempit.
Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan pujian terbuka terhadap kinerja Gubernur Jakarta Pramono Anung saat meresmikan rute baru LRT Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Rabu (16/9). Dalam sambutannya, kepala negara secara gamblang mengakui kapasitas Pramono dalam memimpin Jakarta meskipun keduanya berada di barisan politik yang berseberangan pada kontestasi politik terakhir.
Prabowo menegaskan bahwa pengakuan terhadap prestasi seorang pemimpin tidak boleh terhambat oleh sekat partisan yang sempit. "Saya harus akui kalau ada gubernur yang hebat, ya saya akui dia hebat.... Walaupun... walaupun bukan dari partai saya," ujar Prabowo dengan nada bicara yang tegas di depan para undangan yang hadir. Presiden memilih untuk berbicara singkat namun padat, menekankan bahwa hasil kerja nyata jauh lebih penting daripada pidato panjang yang bertele-tele.
Pembangunan infrastruktur transportasi publik ini menjadi titik balik bagi apresiasi Presiden terhadap manajemen pemerintahan daerah di Jakarta. Prabowo menilai keberhasilan menyelesaikan rute LRT ini merupakan bukti dedikasi yang harus dihargai secara objektif. Ia pun mengucapkan selamat secara langsung kepada Pramono atas pencapaian tersebut di tengah tantangan pembangunan kota yang kian kompleks.
Pujian ini tidak berhenti pada sosok Pramono semata, melainkan juga menjadi cambuk bagi partai-partai politik lainnya di Indonesia. Prabowo secara eksplisit meminta agar prestasi semacam ini diikuti oleh kader-kader partai lain yang menduduki jabatan kepala daerah. Ia berharap para pemimpin daerah mengambil contoh yang baik dan fokus bekerja dengan benar demi kepentingan masyarakat yang mereka pimpin.
Mengenai rivalitas, Prabowo memberikan perspektif dewasa bahwa hubungan pusat dan daerah harus menjadi teladan dalam berpolitik secara sehat. Meskipun mengakui adanya persaingan tajam dalam pemilihan umum, Presiden menegaskan bahwa perbedaan tersebut harus dikesampingkan begitu urusan menyangkut hajat hidup rakyat luas. Baginya, kemampuan untuk bekerja sama setelah berkompetisi adalah kunci stabilitas pembangunan nasional.
Analisis Redaksi
Pernyataan Prabowo Subianto ini bukan sekadar basa-basi politik di acara peresmian infrastruktur, melainkan sebuah sinyal kuat mengenai gaya kepemimpinannya yang mengedepankan meritokrasi. Dengan memberikan panggung dan pujian terbuka kepada tokoh dari partai rival, Presiden sedang memperkuat narasi rekonsiliasi nasional. Langkah ini secara logis bertujuan untuk meredam polarisasi yang masih tersisa, sekaligus menetapkan standar tinggi bagi para kepala daerah lain bahwa kinerja nyata adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan legitimasi dari pemerintah pusat.
Namun, publik juga perlu mencermati dinamika ini sebagai strategi politik jangka panjang untuk menjaga stabilitas di ibu kota. Pengakuan terhadap Pramono Anung bisa dibaca sebagai upaya merangkul kekuatan politik di luar koalisi pemerintah agar program-program strategis nasional di Jakarta dapat berjalan tanpa hambatan birokrasi yang dipicu sentimen partai. Ke depan, konsistensi antara pujian di podium dan dukungan kebijakan anggaran akan menjadi ujian sesungguhnya bagi keharmonisan hubungan antara Istana dan Balai Kota ini.
BERITA TERKAIT (Politik)

Tito Karnavian Tinjau Tanggul Pidie Jaya, Pastikan Pengerukan 137 Sungai untuk Cegah Banjir Susulan

Demokrat Tahan Sikap Politik Terkait Putusan MA soal Suket Gibran, Tunggu Tenggat 14 Hari

Gerindra Jatim Proses PAW Tiga Kader DPRD Terlibat Narkoba, Tetapkan Zero Tolerance
