Presiden Kolombia Pecat Kepala DANE: ‘Tidak Ada Audit, Data Dipastikan Salah’

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella secara mendadak memecat kepala Badan Statistik Nasional (DANE), Ricardo Valencia, setelah ia menolak mengindikasikan ketidaksesuaian dalam data pengangguran Juli 2026 yang masih terkait dengan pemerintahan petahana, Gustavo Petro, walaupun tanpa bukti audit formal. Keputusan ini diumumkan Senin (14/9/2026) waktu setempat, hanya tiga pekan setelah Valencia mulai menjabat, dan menggelegar di tengah kebijakan baru yang mengontrol aliran informasi resmi ke media.
Valencia, yang baru terpilih pada 29 Agustus 2026, langsung terjerat kontroversi saat konferensi pers dua hari sebelumnya. Ketika ditanya tentang indikator pasar tenaga kerja Juli—bulan terakhir Petro masih menjabat—ia menjawab tanpa ragu: *“Hingga tanggal mereka bertanya, saya belum menemukan adanya kejanggalan.”*
Kata-kata itu menjadi titik balik. Pemerintah baru, yang sejak awal menuduh Petro melakukan korupsi sistematis, melihat jawaban Valencia sebagai pelanggaran protokol. Sebab, sejak De la Espriella naik takhta, semua kementerian dan lembaga wajib meminta persetujuan presiden sebelum menyampaikan data publik. “Kami tidak bisa menerima penjelasan tanpa audit menyeluruh,” ungkap sumber dekat kepresidenan kepada Blu Radio.
Valencia sendiri mengaku tidak menerima komunikasi apapun dari kepresidenan yang mengkritik kinerjanya. “Saya tidak mendapatkan pemberitahuan sebelumnya,” katanya. Namun, kekhawatiran serikat pekerja DANE langsung muncul setelah pencopotan. Dalam pernyataan Selasa (15/9), mereka mempertanyakan integritas independensi lembaga yang selama ini dijuluki “jantung data ekonomi Kolombia.”
Keputusan ini tak lepas dari konteks politik. Petro, presiden berhaluan kiri pertama dalam sejarah, telah menghadapi serangan serentak terhadap kredibilitasnya sejak De la Espriella mengambil alih pada Agustus. Data pengangguran Juli—yang menurut DANE menunjukkan penurunan 0,3 poin persen dibanding Juni—justru menjadi target. “Jika data tidak disesuaikan dengan narasi baru, maka pejabat yang menyampaikannya harus diganti,” kata analis politik lokal.
Sementara itu, kebijakan kontrol informasi yang diberlakukan De la Espriella semakin memperkuat spekulasi bahwa pencopotan Valencia bukan hanya soal data, tetapi juga strategi untuk mengendalikan narasi publik sebelum pemilu 2027.
Analisis Redaksi
Pencopotan Valencia bukan hanya soal keberatan atas data pengangguran, melainkan serangan sistematis terhadap independensi lembaga teknokratis yang selama ini menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat. De la Espriella, yang dikenal keras dalam menentang Petro, telah mengubah DANE dari lembaga yang independen menjadi alat politik. Hal ini berisiko mengotori data resmi, membuat analisis ekonomi future tidak dapat dipercaya. “Jika DANE tidak lagi bebas, maka semua kebijakan ekonomi yang didasarkan pada data ini akan rawan manipulasi,” kata pakar ekonomi.
Kekhawatiran serikat pekerja DANE pun tidak bisa diabaikan. Pencopotan Valencia tanpa alasan jelas—selain ketidaksetujuan terhadap data—menandakan kultur otoriter yang mulai menggerogoti institusi. Ini bukan hanya masalah teknokratis, tetapi juga ancaman terhadap demokrasi data, di mana masyarakat berhak mendapatkan informasi yang akurat tanpa campur tangan politik.
Langkah selanjutnya yang logis adalah audit independen terhadap data DANE periode Petro, dilakukan oleh lembaga luar seperti Bank Dunia atau PBB, untuk memastikan tidak ada manipulasi. Selain itu, De la Espriella perlu menjelaskan secara transparan alasan pencopotan Valencia, karena tanpa bukti audit formal, tuduhan “data salah” hanya berdiri di atas asumsi politik semata.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Produksi Jagung RI 2026 Diproyeksi Naik 1,43%, Tembus 16,39 Juta Ton

Data BPS: Penumpang Pesawat Domestik RI Ambles 12,81% di September 2026

Menyibak Anehnya Tren Data: BPS Jelaskan Paradox PHK Marak Namun Angka Pengangguran Terbuka Turun di 2026
