Produksi Jagung RI 2026 Diproyeksi Naik 1,43%, Tembus 16,39 Juta Ton

Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi jagung pipilan kering nasional sepanjang Januari-Desember 2026 akan mencapai 16,39 juta ton. Angka ini menunjukkan pertumbuhan tipis sebesar 1,43% atau setara dengan penambahan 230 ribu ton dibandingkan realisasi produksi pada 2025 yang tercatat 16,16 juta ton. Optimisme ini hadir di tengah kekhawatiran sektoral lainnya, mengingat BPS juga memperkirakan penurunan produksi beras nasional secara keseluruhan pada tahun yang sama. Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, menjelaskan bahwa kenaikan produksi jagung secara tahunan ini tetap terjaga meskipun ada fluktuasi musiman pada kuartal terakhir tahun.
Dari sudut pandang kumulatif hingga kuartal ketiga, tren positif ini telah terlihat jelas. BPS mencatat bahwa produksi jagung dari Januari sampai September 2026 mencapai 13,16 juta ton, tumbuh 2,73% dari 12,81 juta ton pada periode yang sama tahun 2025. Untuk mengimbangi proyeksi akhir tahun, BPS memperkirakan potensi produksi jagung pada periode Oktober-Desember 2026 akan berada di angka 3,23 juta ton. Meskipun secara musiman ini turun 3,55% atau sekitar 120 ribu ton dibandingkan periode sama pada 2025 (3,35 juta ton), total agregat sepanjang tahun tetap diprediksi tumbuh positif.
Fluktuasi Musiman dan Penyesuaian Luas Panen
Perkembangan produksi jagung tidak terlepas dari dinamika luas lahan panen. Data BPS menunjukkan bahwa luas panen jagung pipilan pada September 2026 tercatat 0,21 juta hektare, menurun 3,59% dari 0,22 juta hektare pada September 2025. Namun, secara kumulatif Januari-September 2026, luas panen justru naik 1,64% menjadi 2,23 juta hektare. Potensi luas panen pada kuartal terakhir (Oktober-Desember 2026) diperkirakan melambat menjadi 0,48 juta hektare, turun 7,30% dari 0,51 juta hektare tahun lalu. Konsekuensinya, total luas panen jagung pipilan sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai 2,71 juta hektare, sebuah angka yang relatif stagnan atau hanya turun tipis 0,06% dibandingkan tahun 2025.
Implikasi bagi Stabilitas Hati Nutfah dan Pasar
Ateng Hartono menegaskan komitmen transparansi data dalam konferensi pers yang berlangsung Senin (2/11/2026): "Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14% sepanjang Januari sampai dengan Desember 2026 diperkirakan mencapai 16,39 juta ton, atau mengalami peningkatan sebesar 0,23 juta ton, atau naik sebesar 1,43% dibandingkan dengan Januari sampai Desember 2025." Pernyataan ini menjadi kabar positif bagi pelaku industri hilir, terutama sektor peternakan yang bergantung pada pakan jagung. Meskipun produksi kuartal akhir melemah, total panen yang lebih besar dari tahun sebelumnya memastikan ketersediaan pasokan jagung tetap terjaga, memberikan ruang bernapas bagi petani dan importir untuk merancang strategi stabilisasi harga di pasar domestik sepanjang 2026.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

JB Syariah Klarifikasi Dugaan Hilangnya 2,2 Kg Emas Nasabah: Tak Ada Fasilitas Deposito, Sempat Gadai Lunas Sejak 2013

Direktur Utama Blue Bird Borong 675.800 Saham BIRD Senilai Hampir Rp1 Miliar untuk Perkuat Pengendalian

Emtek Resmikan Penjualan Saham Indopay Merchant Services, Fokus Optimalisasi Portofolio Investasi
