OKI Kutuk Serangan Drone Sasar Mekkah-Madinah, Houthi Bantah Tuduhan
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengutuk keras serangan drone yang dilaporkan menyasar Kota Suci Mekkah dan wilayah Madinah, insiden yang membuat Arab Saudi mengeluarkan peringatan serangan. Kecaman itu disampaikan setelah kelompok Houthi Yaman dituding melancarkan serangan terhadap wilayah Arab Saudi.
Sekretariat Jenderal OKI menilai serangan tersebut mengancam warga sipil, melanggar kesucian tempat-tempat suci umat Islam, serta memprovokasi sentimen Muslim di seluruh dunia. Pernyataan itu menempatkan isu kesucian Mekkah dan Madinah sebagai garis merah yang tidak bisa ditawar.
Dalam pernyataannya, Sekretariat Jenderal OKI menegaskan tindakan milisi Houthi terhadap tempat-tempat suci, masjid, dan infrastruktur sipil merupakan terorisme. Menurut OKI, tindakan itu bertentangan dengan nilai-nilai Islam serta norma, prinsip, dan hukum internasional. OKI juga menyebut pelanggaran terhadap kesucian tempat-tempat suci sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dan tidak dapat ditoleransi.
Karena itu, Sekretariat Jenderal OKI menyerukan adanya tindakan untuk mencegah para pelaku serta menghalangi pihak mana pun yang berani melanggar kesucian tempat-tempat tersebut. OKI menyatakan solidaritas penuh kepada Arab Saudi. Organisasi itu mendukung seluruh langkah yang diambil Riyadh untuk mencegah para agresor, menjaga kesucian tempat-tempat suci dan kehidupan umat Muslim, serta melindungi keamanan dan kedaulatan Arab Saudi.
Di sisi lain, Houthi membantah tuduhan bahwa kelompok tersebut melancarkan serangan ke Mekkah pada Selasa (15/9). Pejabat politbiro Houthi, Hezam Al Asad, membantah tuduhan tersebut melalui media sosial X pada Rabu (16/9). “Klaim tentang penargetan Mekkah Al Mukarramah adalah kebohongan usang dan basi yang tidak lagi dipercaya oleh siapa pun,” kata Al Asad.
Analisis Redaksi
Pernyataan OKI menempatkan Arab Saudi sebagai penjaga kesucian dua kota suci, sekaligus menekan Houthi di ruang legitimasi. Namun bantahan Hezam Al Asad menunjukkan pertarungan narasi belum selesai. Dalam fakta yang tersedia, tuduhan dan penyangkalan berdiri berhadapan tanpa verifikasi independen yang dipaparkan.
Yang perlu diwaspadai adalah efek berganda dari insiden ini. Jika serangan terhadap tempat suci benar terjadi, eskalasi bisa meluas dan memicu kemarahan umat Muslim lintas negara. Sebaliknya, jika tuduhan tidak terbukti, ruang propaganda justru makin lebar dan risiko salah persepsi tetap tinggi.
Langkah logis berikutnya adalah penguatan keamanan di sekitar Mekkah dan Madinah, tekanan diplomatik OKI terhadap pihak yang bertikai, serta dorongan agar klaim serangan diverifikasi lewat mekanisme yang kredibel. Publik perlu mencermati perkembangan ini karena dampaknya tidak hanya pada Arab Saudi dan Houthi, tetapi juga pada stabilitas kawasan dan keselamatan jemaah.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Tentara Yaman Laksanakan 951 Operasi Tempur dalam 24 Jam, Lebih dari 250.000 Warga Terpaksa Mengungsi
