Tentara Yaman Laksanakan 951 Operasi Tempur dalam 24 Jam, Lebih dari 250.000 Warga Terpaksa Mengungsi

Tentara Yaman resmi mengklaim telah melancarkan 951 operasi militer dalam satu hari pada Senin (2/11) sebagai bagian dari Operasi Fajar Yaman (Operation Dawn of Yemen). Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Militer, Mayor Majed al-Nuzaili, yang mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menargetkan posisi-posisi strategis Houthi serta kelompok pejuangnya secara masif. Dalam laporannya, al-Nuzaili menegaskan bahwa operasi intensif ini berhasil melumpuhkan sekitar 332 komandan lapangan dan anggota Houthi, sekaligus menghancurkan atau merusak 56 kendaraan serta peralatan militer di berbagai front pertempuran.
Fokus operasi militer ini tidak hanya terbatas pada satu wilayah, melainkan menyebar di beberapa daerah kunci seperti Al-Jawf, Marib, dan Al-Bayda. Khusus di Provinsi Taiz, Yaman barat daya, pasukan pemerintah dilaporkan terus mengalami tekanan dari serangan Houthi, namun tetap berhasil melancarkan counter-attack terhadap posisi, pergerakan pasukan, dan sumber tembakan musuh. Di samping pertempuran ofensif, satuan zeni militer juga tengah fokus melakukan pembersihan ranjau dan alat peledak dari wilayah yang baru saja direbut kembali di Al-Jawf. Langkah ini merupakan protokol krusial untuk mengurangi risiko keselamatan warga sipil yang tinggal di sekitar area konflik tersebut.
Konteks Eskalasi Konflik dan Latar Belakang Perang
Penyelenggaraan 951 operasi dalam 24 jam ini menandai eskalasi militer terbaru antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houthi. Peningkatan konflik ini mulai memanas secara signifikan pada Juli 2024, yang secara efektif mengakhiri periode relatif tenang yang telah berlangsung di Yaman sejak April 2022. Latar belakang konflik ini berakar pada perebutan kekuasaan di mana kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014. Perebutan tersebut memicu intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.
Secara spesifik, rincian dampak militer dari eskalasi ini dapat diurai sebagai berikut:
- Jumlah operasi: 951 operasi dalam kurun waktu 24 jam.
- Korban musuh: 332 komandan dan anggota Houthi dilumpuhkan.
- Alat perang: 56 kendaraan dan persenjataan hancur atau rusak.
- Lokasi pertempuran utama: Al-Jawf, Marib, Al-Bayda, dan Taiz.
Dampak Kemanusiaan yang Memburuk dan Respons PBB
Di tengah deretan angka pertempuran yang masif tersebut, krisis kemanusiaan di Yaman kini semakin memburuk akibat gelombang pengungsian yang tidak berhenti. Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), konflik yang kembali memanas ini telah menewaskan dan melukai ribuan orang serta memaksa lebih dari 250.000 warga meninggalkan rumah mereka. Hingga berita ini diturunkan, pihak Houthi belum memberikan komentar langsung terhadap klaim statistik militer Yaman. Situasi di lapangan tetap kritis di mana PBB juga telah menyoroti kondisi kemanusiaan yang kian mengkhawatirkan, khususnya di Taiz.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Iran Ancam Jangkauan Rudal ke Pangkalan AS di Eropa Jika Agresi Berlanjut
