Nasdem Bertahan di PT 7 Persen, Koalisi Sepakat 5 Persen
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Partai Nasdem menegaskan posisinya pada ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 7 persen, meskipun sejumlah partai koalisi pemerintah據称已达成共识将门槛定在5 persen. Sekretaris Jenderal Hermawi Taslim mengemukakan standar itu melalui kontak telepon, Rabu (16/9), menegaskan konsistensi partai sejak debut di pesta demokrasi 2014.
"Kalau Nasdem sebagaimana telah disampaikan beberapa kali di media bahwa sejak awal hadir di politik nasional pada pemilu 2014, Nasdem konsisten dengan angka PT (parliamentary treshold) 7 persen," ujar Hermawi dengan nada tegas. Ia menambahkan angka tersebut sudah disosialisasikan dalam beberapa kesempatan publik, namun menyadari keputusan akhir memerlukan kesepakatan lintas partai.
Sikap terbuka untuk berdiskusi menjadi baris kedua narasi Hermawi. "Nasdem siap untuk terus berdiskusi dengan sesama partai untuk mencapai kesepakatan," katanya. Namun, ketika ditanya soal pertemuan para ketua umum partai koalisi yang disebut-sebut menyepakati angka 5 persen, Hermawi memilih diam — tidak mengonfirmasi maupun membantah.
Kebisingan soal pertemuan itu sendiri datang dari kubu Gerindra. Sekretaris Jenderal Sugiono membenarkan adanya pertemuan para ketua umum partai koalisi di kompleks parlemen, Selasa (16/5). Gerindra diwakili Dasco selaku Ketua Harian. Menurut Sugiono, satu-satunya poin yang terasa "semua sepakat" adalah perubahan PT dari 4 menjadi 5 persen.
"Satu hal yang sepertinya semua sepakat tapi saya kira saya tidak bisa berbicara atas nama partai-partai lain. Tapi Gerindra juga sepakat soal PT 5 persen. Seperti juga kemarin Golkar juga menyampaikan ya, PKS juga menyampaikan dan saya kira itu yang kita sepakati," ujar Sugiono. Dia sengaja tidak mewakili sikap partai lain, menciptakan ruang ambiguïtas yang memaksa Nasdem — dan partai kecil lainnya — menghadapi realitas negoisasi yang belum tuntas.
Analisis Redaksi
Kesenjangan antara 7 persen yang digembar-gemborkan Nasdem dan 5 persen yang diklaim disepakati koalisi bukan sekadar perbedaan angka. Ia mencerminkan tarungan kepentingan fundamental: partai besar menginginkan ambang batas yang cukup tinggi untuk menyaring pesaing kecil, namun tidak terlalu tinggi hingga mengancam koalisi mereka sendiri. Nasdem, yang di 2019 memperoleh 9,05 persen suara, merasa aman di 7 persen; angka 5 persen justru membuka peluang partai-partai mikro untuk lolos dan memecah kue kursi.
Diamnya Hermawi soal pertemuan para ketua umum adalah respons kalkulasi. Mengonfirmasi berarti mengakui kalah dalam ruang negoisasi tertutup; membantah berarti memecah solidaritas koalisi. Pilihan diam mempertahankan ruang manuver di meja hijau mendatang. Namun, waktu tidak berpihak pada partai yang menunggu. Jika RUU Pemilu masuk tahap penetapan final tanpa klarifikasi Nasdem, angka 5 persen kemungkinan besar akan dilegalkan — dengan atau tanpa tanda tangan Surya Paloh.
BERITA TERKAIT (Politik)

Gerindra Jatim Proses PAW Tiga Kader DPRD Terlibat Narkoba, Tetapkan Zero Tolerance

Jazuli Juwaini Klaim RUU Pemilu Rampung Sebelum Tutupnya Masa Sidang 2026

PKB Buka Opsi Hak Angket dan HMP untuk Selidiki Legalitas Suket Ijazah Gibran
