Kebakaran Kosambi Permai Musnahkan 20 Gudang, Bandara Soekarno-Hatta Tetap Normal
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Api membelah langit siang di Kawasan Pergudangan Kosambi Permai, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Rabu (16/9), melahap 20 unit gudang hingga hanya menyisakan reruntuhan dan kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke udara.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengonfirmasi jumlah bangunan yang terbakar berdasarkan pendataan sementara timnya di lokasi. "Yang sudah terbakar itu sebanyak 20, tinggal saat ini teman-teman sedang membasahi gudang-gudang yang belum terbakar, mudah-mudahan tidak terbakar ya, supaya perambatannya enggak sampai ke gudang berikutnya gitu," ucapnya usai mengkoordinasikan pemadaman.
Identifikasi barang simpanan jadi kendala mayor. Hampir seluruh struktur gudang sudah ambruk sebelum petugas sempat memasuki area dalam. "Karena pada saat itu kondisi gudang sudah ambruk. Jadi belum ketahuan nih gudang-gudang apa, isinya juga udah kebakar gitu," tambah Taufik saat ditemui di posko sementara.
Pemadaman dikerahkan secara masif. Empat unit damkar BPBD dibantu armada dari Otoritas Bandara Soekarno-Hatta dan manajemen Kosambi Permai. Reinforcement dari Pos Damkar Mauk, Pasar Kemis, Sepatan, dan Kosambi pun sedang bergegas menuju titik api. Hingga artikel ini ditulis, tidak ada korban jiwa maupun luka yang tercatat.
Di sisi lain, operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta justru berjalan lancar. Assistant Deputy Communication & Legal Kantor Cabang Bandara, Yudistiawan, memastikan tidak ada gangguan pada jadwal keberangkatan maupun kedatangan pesawat pasca insiden pukul 12.55 WIB. "Seluruh pergerakan keberangkatan dan kedatangan pesawat dipastikan berjalan sesuai jadwal," tegasnya lewat keterangan resmi.
AOCC terus memantau dinamika sekeliling bandara sambil berkoordinasi dengan otoritas terkait. Keselamatan penerbangan tetap prioritas utama. Pengguna jasa transportasi udara diimbau tenang dan mengacu pada informasi resmi dari bandara atau maskapai masing-masing.
Analisis Redaksi
Kecepatan perambatan api di kawasan padat gudang seperti Kosambi Permai mengungkap kerentanan sistem pencegahan dini. Tidak adanya identifikasi bahan berbahaya di dalam gudang-gudang ambruk memperparah risiko ledakan sekunder yang bisa membahayakan petugas dan memperpanjang durasi pemadaman.
Koordinasi lintas instansi โ BPBD, damkar bandara, hingga pos-pos damkar sekitar โ patut dicatat sebagai praktik baik. Namun, ketiadaan data terpusat mengenai isi gudang menegaskan perlunya regulasi ketat soal pencatatan inventaris bahan berbahaya di kawasan industri dan pergudangan padat penduduk.
Langkah selanjutnya yang logis: investigasi penyebab kebakaran harus dimulai segera setelah api padam total, bukan menunggu laporan polisi jadi. Paralelnya, audit kebakaran menyeluruh ke seluruh gudang di kawasan tersebut wajib dilakukan untuk mencegah ulangan tragedi serupa.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Ibu Lansia Dituduh Senggol Mobil Sebelum Tewaskan Pemotor di Kembangan, Polisi Ungkap Kronologi

Sudin Perpustakaan Jakut Luncurkan Book Camp 2026: 85 Duta Literasi Targetkan Ekosistem Kebiasaan Baca Berkelanjutan

BPS: Penumpang LRT Jakarta Melonjak 66 Persen Sepanjang September 2026, Transjakarta Tembus 39 Juta Orang
