IHSG Dibuka Menguat 0,66 Persen ke 6.503, tapi Risiko Koreksi Masih Membayangi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 42,37 poin atau 0,66 persen ke level 6.503 pada perdagangan Rabu (16/9). Penguatan itu muncul setelah indeks sempat bergerak liar di awal sesi.
Data RTI Business pukul 09.08 WIB menunjukkan IHSG sempat dibuka melemah di 6.453, menyentuh level terendah 6.445, lalu berbalik ke level tertinggi 6.506. Pergerakan singkat itu memperlihatkan tekanan jual dan minat beli masih beradu ketat.
Pada pembukaan, 304 saham menguat, 176 melemah, dan 210 stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat Rp11.370,26 triliun. Volume perdagangan mencapai 1,95 miliar saham dengan nilai transaksi Rp885,35 miliar dan frekuensi transaksi 159.017 kali.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berada dalam kondisi mixed. Risiko koreksi tetap membayangi meski peluang rebound masih terbuka selama indeks mampu bertahan di atas level support kunci. “Dalam skenario terburuk, IHSG masih diperkirakan berada pada bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam sehingga rawan menguji kembali area 6.290-6.370. Namun, selama mampu bertahan di atas 6.370, IHSG berpeluang menguat ke rentang 6.541-6.581,” ujar Herditya dalam riset hariannya. Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.279, 6.201 dan resistance 6.585, 6.633 hari ini.
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan indeks saham masih berisiko melanjutkan tren penurunan setelah ditutup di bawah SMA-20 selama dua hari berturut-turut. Risiko koreksi akan semakin besar jika indeks menembus level 6.370. “Jika IHSG menembus di bawah 6.370, tren turun berpotensi berlanjut menuju 6.290. Level 6.290 diperkirakan menjadi support kuat karena merupakan klaster support dari dua Fibonacci retracement,” ujar Ivan. Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 6.370, 6.290, dan 6.179 dan resistance 6.639, 6.752, 6.835, dan 6.916 hari ini.
Bagi publik, angka pembukaan ini penting karena IHSG menjadi barometer awal arah pasar. Jumlah saham yang menguat memang lebih banyak daripada yang melemah, tetapi volume dan nilai transaksi yang belum terlalu besar menunjukkan kehati-hatian investor. Level 6.370 menjadi garis penting yang disebut kedua analis. Selama indeks bertahan di atasnya, ruang rebound masih ada. Jika jebol, tekanan koreksi bisa makin dalam.
Analisis Redaksi
Penguatan pagi ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa tekanan koreksi sudah usai. Dua analis sama-sama menyoroti level 6.370 sebagai penentu. Herditya melihat peluang rebound ke 6.541-6.581 bila level itu bertahan, sementara Ivan memperingatkan tren turun bisa berlanjut menuju 6.290 jika level tersebut ditembus. Artinya, pasar sedang berada di titik yang rawan, bukan di zona aman.
Yang perlu diwaspadai adalah sifat penguatan yang masih mixed. Jumlah saham naik memang lebih besar, tetapi kapitalisasi dan nilai transaksi belum menunjukkan lonjakan agresif. Publik perlu mencermati apakah indeks mampu bertahan di atas support kunci hingga akhir sesi. Jika tidak, skenario koreksi yang disebutkan para analis bisa menjadi kenyataan. Sebaliknya, bila support bertahan, rebound ke resistance terdekat masih mungkin terjadi.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

GOTO Rekor Laba Bersih Rp441 Miliar di Kuartal III-2026, GoPay jadi Penopang Utama

DJP Klarifikasi: GOTO dan Lazada Bukan Pemungut Pajak Digital, Cakupan SPP-TDLN Masih Terbatas

Bahlil Tutup Akses Ekspor Listrik ke Singapura, Perintahkan Danantara Tolak Lobi
