Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Terusan Panama Batasi Transit Jadi 29,5 Kapal per Hari Akibat Kekeringan El Nino

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Terusan Panama Batasi Transit Jadi 29,5 Kapal per Hari Akibat Kekeringan El Nino
BAGIKAN:

Kekeringan yang semakin parah akibat fenomena iklim El Nino memaksa Terusan Panama kembali membatasi lalu lintas kapal, dengan rancangan kebijakan yang diajukan kepada parlemen Panama menetapkan rata-rata hanya 29,5 kapal diizinkan melintas setiap hari mulai Oktober mendatang.

Berdasarkan rancangan kebijakan itu, jumlah tersebut turun sekitar 18% dibandingkan Agustus, ketika rata-rata 36 kapal masih dapat melakukan transit. Pada September, otoritas setempat telah memangkas jumlah transit harian dari 36 menjadi 32 kapal akibat kekeringan.

Terusan Panama menangani sekitar 5% perdagangan maritim dunia dan hampir 40% lalu lintas peti kemas Amerika Serikat. Jalur sepanjang 82 kilometer yang menghubungkan Laut Karibia dengan Samudra Pasifik itu menjadi pilihan perusahaan pelayaran karena biasanya mampu memangkas biaya dan waktu perjalanan, terutama untuk perdagangan antara China, Asia, dan AS.

Namun, gangguan akibat perang AS dan Israel melawan Iran serta terganggunya pelayaran di Selat Hormuz turut memperumit rantai logistik dan meningkatkan biaya bagi perusahaan yang menggunakan Terusan Panama.

Pada Agustus, ketika kapal-kapal harus menunggu hingga 10 hari untuk memasuki terusan, waktu tunggu terlama sejak Mei, sebuah kapal kontainer dilaporkan membayar sekitar US$4 juta untuk melompati antrean. Perusahaan pelayaran biasanya membayar biaya tetap untuk memesan slot transit. Namun, otoritas juga menggelar lelang harian yang memungkinkan pemilik kapal mengajukan tawaran agar dapat melewati antrean. Harga penawaran umumnya meningkat ketika permintaan sedang tinggi.

Pembatasan tersebut masih berpotensi diperketat. Fenomena El Nino diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir tahun ini dan diprediksi menjadi yang terkuat dalam empat dekade. El Nino merupakan pola cuaca alami yang memicu perubahan angin, tekanan udara, dan pola curah hujan di berbagai wilayah dunia. Dampaknya terasa kuat di Amerika Tengah dan bagian utara Amerika Selatan.

Operasional Terusan Panama sangat bergantung pada air tawar dari sungai-sungai yang mengalir ke Danau Gatun. Air tersebut digunakan untuk menggerakkan sistem pintu air yang memungkinkan kapal berpindah dari satu sisi terusan ke sisi lainnya. Pada September, pejabat setempat mengatakan wilayah tangkapan air menerima curah hujan yang lebih rendah dari perkiraan.

Pintu-pintu air di terusan bekerja seperti lift. Setiap ruang diisi air untuk mengangkat kapal sekitar 26 meter dari permukaan laut menuju Danau Gatun, sebelum kemudian menurunkannya kembali ke permukaan laut di sisi lainnya. Jika ketinggian air danau tidak lagi aman bagi kapal-kapal berukuran besar, Otoritas Terusan Panama akan memberlakukan pembatasan demi keselamatan pelayaran sekaligus menjaga cadangan air.

Kondisi serupa pernah terjadi pada 2023. Saat itu, permukaan air di danau-danau pemasok Terusan Panama turun drastis sehingga otoritas memangkas jumlah transit harian dari 38 menjadi 22 kapal. Pembatasan tersebut memicu penumpukan kapal dan membuat perusahaan pelayaran kelimpungan mencari rute alternatif.

Dampak El Nino juga terlihat dari suhu ekstrem di berbagai belahan dunia. Tahun ini, sembilan negara di Amerika Tengah dan Amerika Selatan bagian utara mengalami periode Juni-Agustus terpanas sepanjang pencatatan. Analisis AFP terhadap data meteorologi dari program Copernicus Uni Eropa menunjukkan bahwa 52 negara di seluruh benua memecahkan rekor suhu musiman untuk periode tersebut.

Gelombang panas ekstrem muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya di Eropa, kekeringan parah di Sudan, hingga asap beracun akibat kebakaran hutan di Indonesia. Lebih dari sepertiga penduduk yang mengalami musim panas utara terpanas dalam catatan sejarah berada di Afrika, khususnya kawasan Sahel dan wilayah di sebelah selatannya. Sebanyak 18 negara Afrika memecahkan rekor suhu musiman untuk periode Juni-Agustus. Negara-negara tersebut membentang dari Mauritania dan Sierra Leone di Afrika barat hingga Eritrea dan Ethiopia di bagian timur.

Analisis Redaksi

Pembatasan transit di Terusan Panama kali ini bukan sekadar gangguan operasional biasa. Ia memperlihatkan bagaimana El Nino dan tekanan iklim mengubah infrastruktur dagang global yang selama ini diandalkan. Dengan porsi sekitar 5% perdagangan maritim dunia dan hampir 40% lalu lintas peti kemas AS, penurunan rata-rata dari 36 kapal pada Agustus menjadi 29,5 kapal pada Oktober berpotensi memperpanjang antrean, menaikkan biaya lelang slot, dan pada akhirnya membebani harga barang.

Yang perlu diwaspadai, gangguan di Selat Hormuz akibat perang AS dan Israel melawan Iran membuat rute alternatif tidak serta-merta tersedia. Perusahaan pelayaran bisa menghadapi pilihan sulit: menunggu lebih lama, membayar mahal, atau memutar rute yang lebih jauh. Tekanan ini datang saat El Nino diperkirakan mencapai puncak pada akhir tahun dan berpotensi menjadi terkuat dalam empat dekade, sehingga cadangan air Danau Gatun menjadi penentu utama.

Secara logis, langkah selanjutnya bergantung pada curah hujan di wilayah tangkapan air. Jika pasokan air tidak membaik, Otoritas Terusan Panama hampir pasti memperketat pembatasan, seperti yang terjadi pada 2023 ketika transit harian dipangkas dari 38 menjadi 22 kapal. Pemerintah dan pelaku usaha perlu menyiapkan skenario logistik sejak sekarang, karena tekanan di Terusan Panama tidak berdiri sendiri; ia bertemu dengan ketegangan geopolitik dan cuaca ekstrem yang sama-sama menekan rantai pasok global.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ