Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Purbaya Yudhi Sadewa Lega Lepas Tanggung Jawab Utang Whoosh yang Dicicil Hingga 80 Tahun

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Purbaya Yudhi Sadewa Lega Lepas Tanggung Jawab Utang Whoosh yang Dicicil Hingga 80 Tahun
BAGIKAN:

Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan rasa leganya setelah menuntaskan masa jabatan sebagai Menteri Keuangan, terutama karena kini terbebas dari beban memikirkan kewajiban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang mencapai ratusan triliun rupiah. Ungkapan syukur ini mencuat di tengah transisi kepemimpinan bendahara negara, mengisyaratkan betapa beratnya tekanan fiskal yang ditinggalkan oleh proyek infrastruktur ambisius tersebut bagi pejabat yang berwenang.

Pernyataan tersebut terlontar usai upacara serah terima jabatan (sertijab) Menteri Keuangan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (15/9). Saat ditanya awak media mengenai kelanjutan nasib utang Whoosh setelah dirinya tak lagi menjabat, Purbaya merespons dengan nada santai namun sarat makna. "Kan bukan gue menteri keuangannya. Alhamdulillah, selamat gue," ujarnya sembari menegaskan bahwa urusan pengelolaan kas negara kini bukan lagi berada di pundaknya.

Persoalan utang Whoosh memang bukan perkara sederhana karena melibatkan restrukturisasi dengan tenor yang luar biasa panjang, yakni hingga 80 tahun. Purbaya sebelumnya mengungkapkan bahwa cicilan kewajiban tersebut berada di kisaran Rp1 triliun atau sedikit di bawah angka tersebut per tahunnya. Meski angka tahunannya terlihat kecil jika dibandingkan dengan total anggaran negara, durasi pembayaran yang hampir seabad ini menunjukkan beban jangka panjang yang harus ditanggung oleh generasi mendatang.

Rencananya, pengelolaan kewajiban utang ini akan dialihkan dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara ke Kementerian Keuangan efektif pada 15 September 2026. Purbaya sempat menyebutkan bahwa penanganan teknisnya kemungkinan akan diserahkan kepada Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu atau Indonesia Investment Authority (INA). Ia meyakini kemampuan keuangan SMV saat ini masih mencukupi untuk menangani cicilan tanpa harus pontang-panting mencari investor baru hanya untuk membayar utang.

Sebagai pengingat, proyek Whoosh menelan total investasi sebesar US$7,2 miliar atau setara Rp116,54 triliun dengan asumsi kurs Rp16.186 per dolar AS. Angka ini membengkak signifikan dari proposal awal China pada 2015 yang hanya mematok US$5,13 miliar. Sebesar 75 persen dari total biaya tersebut bersumber dari pinjaman China Development Bank, sementara sisanya ditutup oleh modal pemegang saham dari konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (60 persen) dan Beijing Yawan HSR Co Ltd (40 persen).

Analisis Redaksi

Sikap blak-blakan Purbaya Yudhi Sadewa yang merasa "selamat" dari beban utang Whoosh mencerminkan realitas pahit di balik megaproyek infrastruktur yang dibiayai utang luar negeri. Secara matematis, cicilan Rp1 triliun per tahun memang terlihat dapat ditangani (manageable), namun tenor 80 tahun adalah sebuah anomali dalam manajemen utang publik yang biasanya berkisar 20 hingga 30 tahun. Ini adalah pengakuan tersirat bahwa proyek ini tidak akan mencapai titik impas (break-even point) dalam waktu dekat, sehingga beban fiskalnya sengaja disebar hingga melampaui usia produktif para pengambil keputusannya saat ini.

Yang perlu diwaspadai ke depan adalah risiko nilai tukar dan beban bunga yang bisa saja fluktuatif selama delapan dekade mendatang. Keputusan untuk memindahkan beban ini ke SMV Kemenkeu atau INA pada 2026 harus dikawal ketat agar tidak menggerus kapasitas lembaga-lembaga tersebut dalam membiayai proyek strategis lainnya. Publik perlu menyadari bahwa kemudahan transportasi yang dinikmati hari ini memiliki label harga yang sangat mahal, yang secara perlahan akan ditagih dari kantong APBN selama tiga generasi ke depan.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ