Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Polisi Cocokkan DNA Jasad di Pulau Enggano dengan 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

KriminalBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Polisi Cocokkan DNA Jasad di Pulau Enggano dengan 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
BAGIKAN:

Kepolisian Daerah Bengkulu melakukan autopsi dan pengambilan sampel DNA jenazah tanpa identitas yang ditemukan di pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, untuk memastikan keterkaitannya dengan hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal di perairan Selat Sunda.

Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Imam Wijayanto, mengonfirmasi proses autopsi dilakukan oleh Biddokkes Polda Bengkulu, Senin (14/9). Jenazah tersebut dievakuasi dari kawasan Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, setelah dilaporkan warga pada Sabtu (12/9) lalu.

"Kami belum bisa memastikan apakah jenazah tersebut merupakan salah satu dari rombongan yang hilang, tapi Dirkrimsus dan Kabid Dokes Polda Bengkulu sudah berkoordinasi dengan Polda Lampung untuk meminta ciri-ciri atau sampel yang ada dari sana," kata Imam.

Proses Identifikasi dan Koordinasi Lintas Wilayah

Berdasarkan pemeriksaan awal, jenazah tersebut bukan warga setempat Pulau Enggano. Jenazah diterbangkan menggunakan pesawat Susi Air dari Bandara Enggano menuju Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, pada pukul 07.58 WIB didampingi dua petugas kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea, menegaskan pihaknya menunggu hasil pencocokan DNA yang diambil dari keluarga korban. "Kita akan melakukan pencocokan, kami mohon waktu untuk bisa menjelaskan setelah keluar tes DNA dari Polda Bengkulu," ujar Maruli di Pandeglang, Senin (14/9).

Kronologi Hilangnya Rombongan Peliputan

Rombongan tersebut terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal cepat. Mereka bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Komunikasi terputus saat mereka berada di perairan Selat Sunda, memicu operasi pencarian gabungan hingga kini.

Polisi terus menggali informasi terkait penyebab kematian serta identitas pasti jenazah tersebut, sambil menunggu hasil laboratorium forensik yang menjadi kunci penentuan langkah selanjutnya dalam kasus penyelamatan ini.

Meow! Tanya Nesi!
😸